PUSPENSOS

Pusat Penyuluhan Sosial

Kementerian Sosial Republik Indonesia

BERITA & PENGUMUMAN

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia

20/5/2014 11  7868

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia
“Persepsi Yang Keliru Tentang Karang Taruna”

Oleh : Ferdiyan Pratama, S.ST

FREE file hosting by Kemsos Media Hosting


Pernah mengamati fonemen seperti ini. Setiap menjelang peringatan 17 Agustus, pemuda-pemudi di suatu desa atau kelurahan pasti menyibukan diri dalam kegiatan-kegiatan menyambut hari proklamasi Indonesia. Semua unsur pemuda-pemudi menjadi pelopor menggerakkan masyarakat untuk terlibat langsung memeriahkan hari kemerdekaan setiap satu tahun sekali ini. Ada yang berupa perlombaan masyarakat, seni budaya, festival, pameran, memperindah kampung dan sebagainya. Momen ini memiliki nilai positif bagi perkembangan pranata sosial di suatu desa. Nilai-nilai budaya masyarakat desa yang kental ditambah partisipasi sosial aktif menunjukan bahwa bangsa Indonesia masih memiliki keeratan sosial yang tinggi.


Pertanyaannya, Siapa pemuda-pemudi sebagai motor penggerak ini ?


Yah, mereka adalah anggota Karang Taruna di tingkat desa/kelurahan. Pemuda-pemudi yang kreatif dan cekatan serta siap mempertahankan kearifan lokal daerah tempat tinggalnya. Sangat disayangkan potensi pemuda bangsa yang begitu kreatif hanya dibatasi oleh kegiatan-kegiatan yang bersifat monoton karena kurangnya pemahaman tentang organisasi Karang Taruna. Kegiatan Karang Taruna hanya dipahami oleh kebanyakan pemuda sebagai kegiatan peringatan 17 agustus, kegiatan olahraga, dan kegiatan-kegiatan lainnya yang bersifat merayakan atau memperingati  hari-hari kebesaran. Permasalahan ini berdampak pada masyarakat tidak mengetahui sesungguhnya peran dan fungsi karang taruna. Masyarakat hanya mengetahui bahwa karang taruna adalah organisasi perkumpulan pemuda yang mengkoordinir semua kegiatan-kegiatan desa seperti mengadakan lomba 17 agustus, peringatan tahun baru, pengajian, dan lan-lain. Padahal Peran dan Fungsi Karang Taruna lebih dari itu yaitu sebagai potensi sumber yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dalam mengaskses sistem sumber kesejahteraan sosial, membantu memperkuat kearifan lokal, membantu penyelesaian masalah PMKS sebagai perpanjangan tangan Dinas Sosial Kota/Kabupaten.



Masih banyak Karang Taruna di kelurahan/Desa di Indonesia yang belum berjalan dengan optimal bahkan vakum. Vakum disini artinya memiliki kepengurusan tetapi tidak memiliki kegiatan/program. Kelemahan ini dikarenakan beberapa faktor diantaranya adalah kurangnya pemahaman anggota/pengurus karang taruna tentang peran dan fungsi karang taruna. Pemahaman anggota/pengurus lebih cendrung pada kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang bersifat peringatan hari besar atau kegiatan yang menjadi hobi dari kebanyakan pemuda-pemudi yang menjadi pengurus karang taruna. Bagi pengurus yang hobi olahraga, maka kegiatannya selalu mengadakan even pertandingan olahraga, bagi yang suka musik selalu ingin mengadakan festival musik dan sebagainya. Para pengurus melupakan apa yang menjadi dasar dari peran dan fungsi karang taruna yaitu sebagai potensi sumber dalam membantu kesejahteraan sosial masyarakat di lingkungan desa/kelurahan. Mereka melupakan peran sosial yang berfungsi dalam membantu menyelesaikan permasalahan PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) seperti membantu mengakses sistem sumber, membantu pendataan PMKS, menghubungkan PMKS dengan program-program dinas sosial kota/kabupaten serta memperkuat solidaritas sosial masyarakat. Pemahaman kepengurusan karang taruna hanya terbatas mengadakaan kegiatan yang memerlukan dana. Inilah faktor kebanyakan karang taruna menjadi vakum. Kegiatan karang taruna bisa berjalan kalau didukung dengan adanya dana. No dana berarti vakum. it is real.



Pembinaan Karang Taruna diatur dalam Permensos 83/HUK/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna. Berikut kutipan isi pedoman:



Tujuan



Tujuan Karang Taruna adalah :

  1. Terwujudnya pertumbuhan dan perkembangan kesadaran dan tanggung jwab sosial setiap generasi muda  warga karang taruna dalam mencegah, menangkal, menaggulangi dan mengantisipasi berbagai masalah sosial
  2. Terbentuknya  jiwa  dan  semangat  kejuangan  generasi muda  warga  Karang  Taruna  yang  Trampil  dan berkepribadian serta berpengetahuan.
  3. Tumbuhnya  potensi  dan  kemampuan  generasi  muda dalam  rangka mengembangkan  keberdayaan  warga Karang Taruna.
  4. Termotivasinya  setiap  generasi  muda  warga  Karang Taruna  untuk  mampu  menjalin  toleransi  dan  menjadi perekat  persatuan  dalam  keberagaman  kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  5. Terjalinnya kerjasama antara generasi muda warga Karang Taruna  dalam  rangka  mewujudkan  taraf  kesejahteraan sosial bagi masyarakat.
  6. Terwujudnya  Kesejahteraan  Sosial  yang  semakin meningkat  bagi  generasi  muda  di  desa/kelurahan  atau komunitas  adat  sederajat  yang  memungkinkan pelaksanaan  fungsi  sosialnya  sebagai  manusia pembangunan  yang  mampu  mengatasi  masalah kesejahteraan sosial dilingkungannya.
  7. Terwujudnya pembangunan  kesejahteraan  sosial generasi muda  di  desa/kelurahan  atau  komunitas  adat  sederajat yang  dilaksanakan  secara  komprehensif,  terpadu  dan terarah  serta  berkesinambungan  oleh  Karang  Taruna bersama pemerintah dan komponen masyarakat lainnya.



Tugas

Setiap  Karang  Taruna  mempunyai  tugas  pokok  secara bersama-sama dengan Pemerintah dan komponen masyarakat lainnya untuk menanggulangi berbagai masalah kesejahteraan social  terutama  yang  dihadapi  generasi  muda,  baik  yang bersifat preventif, rehabilitatif maupun pengembangan potensi generasi muda di lingkungannya.

Fungsi


Setiap Karang Taruna melaksanakan fungsi :

  1. Penyelenggara Usaha Kesejahteraan Sosial.
  2. Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan bagi masyarakat.
  3. Penyelenggara  pemberdayaan  masyarakat  terutama generasi  muda dilingkunggannya  secara  komprehensif, terpadu dan terarah serta berkesinambungan.
  4. Penyelenggara  kegiatan  pengembangan  jiwa kewirausahaan bagi generasi muda di lingkungannya.
  5. Penanaman  pengertian,  memupuk  dan  meningkatkan kesadaran tanggung jawab sosial generasi muda.
  6. Penumbuhan dan pengembangan semangat kebersamaan, jiwa kekeluargaan, kesetiakawanan sosial dan memperkuat nilai-nilai kearifan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  7. Pemupukan  kreatifitas  generasi  muda  untuk  dapat mengembangkan  tanggung  jawab  sosial  yang  bersifat rekreatif,  kreatif,  edukatif,  ekonomis  produktif  dan
  8. kegiatan  praktis  lainnya  dengan mendayagunakan  segala sumber dan potensi kesejahteraan sosial di lingkungannya secara swadaya.
  9. Penyelenggara  rujukan,  pendampingan,  dan  advokasi social bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial.
  10. Penguatan  sistem  jaringan  komunikasi,  kerjasama, informasi dan kemitraan dengan berbagai sektor lainnya.
  11. Penyelenggara  usaha-usaha  pencegahan  permasalahan sosial yang aktua


Karang Taruna merupakan salah satu kekuatan yang menjadi potensi sumber kesejahteraan sosial. Sebagai  PSKS, Karang taruna berperan dalam membantu PMKS dalam menyelesaikan permasalahannya. Peran sosial yang menjadi ruh dari karang taruna tidak seharusnya dilupakan. Kepengurusan karang taruna harus lebih memahami tugas, peran dan fungsi organisasinya sehingga dalam menjalankan kegiatan atau program kerja dapat sesuai dengan apa yang diiharapkan. Maka dari itu perlu adanya pemberian pelatihan dan pemahaman karang taruna tingkat desa/kelurahan dengan tujuan pemerataan pemahaman tentang pedoman karang taruna. Peningkatan kapasitas karang taruna ini membutuhkkan kerjasama dari berbagai  pihak.


Karang Taruna juga memiliki peranan dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya melalui swadaya. Anggota Karang Taruna dituntut kreatif membuat usaha-usaha ekonomi produktif untuk menompang kemandrian anggota dan organisasi. Karang Taruna yang masih vakum diharapkan untuk bisa mulai belajar dari karang taruna yang telah menorehkan prestasi dalam bidang kesejahteraan sosial. Tujuan akhirnya adalah karang Taruna dapat memobilasasi dan  menggerakkan masyarakat bekerja bersama instansi pemerintah, Dinas Sosial Kota /Kabupaten dalam usaha kesejahteraan sosial.



“Anggota Karang Taruna Bersama Masyarakat Membangun Solidaritas Desa/Kelurahan”



Oleh : Kemsos

Berita Terpopuler

Pengembangan Kapasitas Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial

25/3/2013 14

Oleh : Early FebrianaSebagai bagian dari  upaya meningkatkan etos kerja, dedikasi dan kualitas Sumber Daya Manusia penyuluhan sosial, Pusat Penyuluhan Sosial  mengadakan kegiatan Pengembangan Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial di Rumah Jambu Luwuk, Bogor. Sebanyak 53 orang yang terdiri dari pegawai di lingkungan Pusat Penyuluhan Sosial dan tenaga penyuluh sosial fungsional yang ada d...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Mengaktifkan Karang Taruna yang Mati Suri

3/7/2014 09:

Setiap desa/kelurahan hampir pasti memiliki organisasi kepemudaan karang taruna. Wadah yang menggalang inspirasi pemuda ini merupakan arena  pemuda-pemuda untuk berkreasi menjadi motor penggerak masyarakat. Perlu kita sadari bahwa setiap desa/kelurahan memiliki Pemuda-pemuda yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan dirinya sendiri dan masyarakat. Banyak pemuda-pemuda yang memiliki po...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia

20/5/2014 11

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia “Persepsi Yang Keliru Tentang Karang Taruna” Oleh : Ferdiyan Pratama, S.ST Pernah mengamati fonemen seperti ini. Setiap menjelang peringatan 17 Agustus, pemuda-pemudi di suatu desa atau kelurahan pasti menyibukan diri dalam kegiatan-kegiatan menyambut hari proklamasi Indonesia. Semua unsur pemuda-pemudi menjadi pelopor m...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Link Lainnya