PUSPENSOS

Pusat Penyuluhan Sosial

Kementerian Sosial Republik Indonesia

BERITA & PENGUMUMAN

Mengaktifkan Karang Taruna yang Mati Suri

3/7/2014 09:  8358

Setiap desa/kelurahan hampir pasti memiliki organisasi kepemudaan karang taruna. Wadah yang menggalang inspirasi pemuda ini merupakan arena  pemuda-pemuda untuk berkreasi menjadi motor penggerak masyarakat. Perlu kita sadari bahwa setiap desa/kelurahan memiliki Pemuda-pemuda yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan dirinya sendiri dan masyarakat. Banyak pemuda-pemuda yang memiliki potensi beraneka ragam di suatu desa/kelurahan. Potensi ini seperti memiliki bakat dan hobi dalam bidang olahraga, kesenian, kerajinan, wirausaha, dan beroraganisasi. Belum lagi terdapat sumber-sumber yang bisa diciptakan dan digali untuk membantu pemuda mengembangkan potensi tersebut. Tapi sayang sakali, hal ini kurang dimiliki dan dipahami oleh sebagaian besar masyarakat disekeliling kita



Kebanyakan pemuda menyalurkan bakat dan potensinya secara individu/masing-masing tanpa ada yang mengkoordinir. Mereka  melakukannya hanya sekedar untuk hobi  dan untuk dikonsumsi diri sendiri. Pemuda yang hobi bermain bola hanya berkumpul dengan rekan yang hobi bermain bola, pemuda yang suka seni dan musik bermain dengan pemuda yang memiliki hobi yang sama pula, dan sebagainya. Hal ini yang membuat pemuda-pemuda kita tidak bersatu, lebih bersifat egois, sering terjadinya pengelompokan-pengelompokan pemuda dengan ciri khas tertentu, dan sering kali terjadinya konflik antar pemuda bahkan kelompok pemuda dan ini terjadi pada pemuda-pemuda dalam satu desa. Bisa dibayangkan, pemudanya saja sudah tidak akur dan sering terjadi konflik, bagaimana bisa masyarakat suatu desa/kelurahan bisa maju. Ingat, Pemuda merupakan pelopor lahirnya pembangunan bangsa yang sehat dan itu mulai dari lingkungan terkecil yaitu lingkungan desa /kelurahan.

Potensi-potensi pemuda ini perlu disatukan dalam satu wadah organisasi pemuda Karang Taruna. Pemuda-pemuda di suatu desa/kelurahan perlu diikat dan disatukan. Untuk membentuk ikatan tersebut, pemuda perlu diberikan penyadaran dan motivasi bahwa mereka adalah potensi. Penyadaran inilah yang akan membuat pemuda secara sadar merasa perlu untuk membentuk ikatan dalam satu wadah. Percuma, pembentukan karang taruna yang tidak didasari oleh pemahaman dan kesadaran dari diri pemuda itu sendiri. Malah terjadi pembentukan karang taruna secara terpaksa bukan atas kesadaran pemuda. Hasilnya, maka banyak karang taruna yang telah dibentuk mengalami kondisi vakum dan hanya bertahan sesaat, sisanya tinggal papan nama karang taruna yang terpampang dikantor desa/kelurahan.

Bagaimana cara membuat pemuda merasa perlu dan sadar untuk menjalankan organisasi Karang Taruna?

Pertama, lakukan asesmen secara mendalam tentang hobi-hobi apa saja yang banyak dilakukan oleh pemuda-pemuda. Penggalian Potensi ini dilakukan secara mendalam dengan melihat kondisi pemuda dan masyarakat. Cara yang bisa dilakukan dengan bertanya langsung kepada pemuda dan ikut serta masuk dalam kegiatan kepemudaan tersebut. Dengan demikian kita bisa memahami sejauh mana aktivitas pemuda yang memiliki potensi minat bakat yang bisa berdampak positif bagi perkembangan masyarakat.

Kedua, Setelah mengetahui apa saja semua potensi pemuda di lingkungan desa/kelurahan, buatlah pertemuan antar seluruh pemuda-pemuda dibalai desa. Ajaklah diskusi bersama tentang potensi-potensi serta keinginan dan bakat mereka. Buatlah peta potensi berupa pengelompokan minat bakat dan prioritas dari potensi tersebut. Kemudian bahas lagi sumber apa saja yang ada di lingkungan desa yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi tersebut. Pada tahap ini intinya ajak pemuda untuk mengemukakan pendapat mereka tentang apa yang mereka inginkan. Melalui tahap inilah, pemuda akan merasa tertarik dan terikat satu sama lainnya untuk mengembangkan potensi mereka masing-masing. Membangkitkan motivasi pemuda menjadi kunci keberhasilan dalam mempengaruhi pola pikir pemuda.

Ketiga, Tahap selanjutnya adalah mulai menjelaskan tentang apa itu karang taruna. Penjelasan ini akan bisa diserap dan dipahami oleh pemuda ketika pemuda merasa perlu dan sadar untuk membentuk wadah kepemudaan sebab pembentukan karang taruna berawal dari kebutuhan pemuda itu sendiri. Pada tahap ini perlu diberikan sosialisasi dan bimbingan tentang apa itu karang taruna, tujuan, manfaat dan strukutur kerjanya. Berilah pemahaman bahwa karang taruna merupakan wadah inspirasi, wadah untuk mengembangkan potensi dan bakat, wadah sebagai motor penggerak kegiatan-kegiatan kepemudaan di lingkungan desa/kelurahan serta wadah untuk mengembangkan usaha ekonomi produktif dalam membantu kretifitas dan perekonomian pemuda dan masyarakat.

Keempat, tahap terakhir buatlah kesepakatan bersama berupa komitmen, apakah pemuda merasa perlu untuk membentuk struktur kepengurusan organisasi Karang Taruna. Lihatlah hasilnya, setelah melalui tahapan demi tahapan kita bisa mengetahui seberapa besar keinginan pemuda untuk membentuk karang taruna. Ketika mereka sadar dan memahami maka karang taruna yang dibentuk murni berasal dari kebutuhan pemuda dan akan berdampak pada efektifitas berjalannya karang taruna secara optimal sesuai dengan kreatifitas dan keinginan pemuda. Karang Taruna seperti inilah yang bisa bertahan dan berjalan efektif dengan memiliki program kerja yang jelas serta memiliki anggaran kepemudaan untuk membangun masyarakat desa/kelurahan.

Oleh : Ferdiyan Pratama, S.ST

Oleh : Kemsos

Berita Terpopuler

Pengembangan Kapasitas Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial

25/3/2013 14

Oleh : Early FebrianaSebagai bagian dari  upaya meningkatkan etos kerja, dedikasi dan kualitas Sumber Daya Manusia penyuluhan sosial, Pusat Penyuluhan Sosial  mengadakan kegiatan Pengembangan Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial di Rumah Jambu Luwuk, Bogor. Sebanyak 53 orang yang terdiri dari pegawai di lingkungan Pusat Penyuluhan Sosial dan tenaga penyuluh sosial fungsional yang ada d...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Mengaktifkan Karang Taruna yang Mati Suri

3/7/2014 09:

Setiap desa/kelurahan hampir pasti memiliki organisasi kepemudaan karang taruna. Wadah yang menggalang inspirasi pemuda ini merupakan arena  pemuda-pemuda untuk berkreasi menjadi motor penggerak masyarakat. Perlu kita sadari bahwa setiap desa/kelurahan memiliki Pemuda-pemuda yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan dirinya sendiri dan masyarakat. Banyak pemuda-pemuda yang memiliki po...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia

20/5/2014 11

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia “Persepsi Yang Keliru Tentang Karang Taruna” Oleh : Ferdiyan Pratama, S.ST Pernah mengamati fonemen seperti ini. Setiap menjelang peringatan 17 Agustus, pemuda-pemudi di suatu desa atau kelurahan pasti menyibukan diri dalam kegiatan-kegiatan menyambut hari proklamasi Indonesia. Semua unsur pemuda-pemudi menjadi pelopor m...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Link Lainnya