PUSPENSOS

Pusat Penyuluhan Sosial

Kementerian Sosial Republik Indonesia

BERITA & PENGUMUMAN

Gerakan Revolusi Mental Melalui Budaya Restorasi Sosial

12/18/15  1033

Gerakan Revolusi Mental Melalui Budaya Restorasi Sosial

Bangsa Indonesia, dalam kurun waktu 70 tahun Indonesia merdeka mengalami kemajuan di berbagai sektor baik ekonomi, politik pendidikan dan budaya. Namun, seiring dengan kemajuan diberbagai bidang, bangsa Indonesia mengalami krisis identitas. Karakter kuat bangsa Indonesia sebagai bangsa yang mempunyai semangat gotong royong, saling bekerja sama demi kemajuan bangsa meluntur, digantikan dengan praktik ketidakjujuran, tidak lagi memegang etika moral, tidak bisa dipercaya dan tidak dapat diandalkan. Karakter mental bangsa yang dimiliki adalah etos kerja yang rendah, tidak memiliki semangat mandiri.

            Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, didampingi oleh Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa mencanangkan dan mensosialisasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental di Gedung Aneka Bakti Kementerian Sosial pada 16/12/2015. Puan Maharani dalam sambutannya menyatakan bahwa ada tiga nilai utama revolusi mental adalah integritas, etos kerja dan gotong royong. Integritas terwujud dalam sifat jujur, dapat dipercaya, berkarakter, bertanggung jawab dan konsisten. Etos kerja terwujud dalam sifat kerja keras, memiliki daya saing, optimistis, inovatif dan produktif. Nilai-nilai gotong royong terwujud dalam kerjasama, solidaritas, tolong menolong, peka, komunal dan berorientasi pada kemaslahatan. 

Revolusi mental dalam konteks   penyuluhan sosial adalah mengembalikan nilai-nilai luhur yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sejak dahulu, yaitu nilai-nilai gotong royong, nilai kejujuran, saling menghormati,  toleransi, musyawarah mufakat, bertanggung jawab, dapat dipercaya dan mampu menjalankan nilai-nilai tersebut dalam masyarakat, sehingga masyarakat menjadi masyarakat yang aktif dan memiliki pola pikir yang positif dan produktif demi tercapainya kesejahteraan sosial. Revolusi Mental itu dilakukan melalui restorasi sosial, sesuai dengan Nawa Cita ke 9 yaitu memperteguh Keb-Bhineka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia melalui penguatan kebhinekaan dan menciptakan ruang dialog antar warga. 

Pada kesempatan ini Menteri Sosial RI dihadapan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI melakukan presentasi mengenai Budaya Restorasi Sosial yang terwujud dalam satu media yang mudah dipahami yaitu sebuah buku karikatur mengenai implementasi nilai-nilai budaya bangsa yang harus dibangun kembali, seperti pertemuan sosial, musyawarah untuk mufakat, swadaya sosial, kepedulian sosial, peduli berbagi dan toleransi yang terwujud dalam gerakan kesetiakawanan sosial. Dalam buku karikatur yang diterbitkan oleh Pusat Penyuluhan Sosial ini terdapat pesan-pesan sosial yang ditujukan kepada pengguna buku, yang berasal dari seluruh lapisan masyarakat dan para pengguna buku tersebut dapat menyebarluaskan kembali pesan-pesan sosial di dalamnya kepada warga masyarakat yang terdekat dengan lingkungan sosialnya sehingga dapat menumbuhkan gerakan kesetiakawanan sosial untuk mewujudkan masyarakat sejahtera.

Karikatur merupakan media yang memiliki unsur menghibur namun juga sarat dengan pesan-pesan yang dapat dengan mudah masuk dalam imajinasi pembacanya, sehingga pesan dapat diterima dengan lebih efektif dan mudah.Gambar karikatur dapat memberikan pengaruh positif terhadap perubahan tingkah laku dan moral masyarakat, dengan penekanan bentuk visual yang berkesan sebagai kritikan, sindiran, saran atau himbauan, sehingga media ini dipilih untuk menyebarluaskan tentang budaya restorasi sosial ini. (Early Febriana- Penyuluh Sosial Muda)


FREE photo hosting by Kemsos Media Hosting

Oleh : Kemsos

Berita Terpopuler

Pengembangan Kapasitas Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial

25/3/2013 14

Oleh : Early FebrianaSebagai bagian dari  upaya meningkatkan etos kerja, dedikasi dan kualitas Sumber Daya Manusia penyuluhan sosial, Pusat Penyuluhan Sosial  mengadakan kegiatan Pengembangan Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial di Rumah Jambu Luwuk, Bogor. Sebanyak 53 orang yang terdiri dari pegawai di lingkungan Pusat Penyuluhan Sosial dan tenaga penyuluh sosial fungsional yang ada d...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia

20/5/2014 11

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia “Persepsi Yang Keliru Tentang Karang Taruna” Oleh : Ferdiyan Pratama, S.ST Pernah mengamati fonemen seperti ini. Setiap menjelang peringatan 17 Agustus, pemuda-pemudi di suatu desa atau kelurahan pasti menyibukan diri dalam kegiatan-kegiatan menyambut hari proklamasi Indonesia. Semua unsur pemuda-pemudi menjadi pelopor m...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Mengaktifkan Karang Taruna yang Mati Suri

3/7/2014 09:

Setiap desa/kelurahan hampir pasti memiliki organisasi kepemudaan karang taruna. Wadah yang menggalang inspirasi pemuda ini merupakan arena  pemuda-pemuda untuk berkreasi menjadi motor penggerak masyarakat. Perlu kita sadari bahwa setiap desa/kelurahan memiliki Pemuda-pemuda yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan dirinya sendiri dan masyarakat. Banyak pemuda-pemuda yang memiliki po...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Link Lainnya