PUSPENSOS

Pusat Penyuluhan Sosial

Kementerian Sosial Republik Indonesia

BERITA & PENGUMUMAN

Pahlawan Masa Kini

09/08/2017  93

Jika kita ditanya siapa saja pahlawan nasional Indonesia, maka sudah  barang tentu tidak sedikit dari kita yang menjawab  bahwa Pahlawan yang akan sering disebutkan pertama kali biasanya Pangeran Diponegoro, RA. kartini, Imam Bonjol, Ki Hajar Dewantara, dan lain sebagainya. Yang dinamakan pahlawan cenderung orang yang berjuang dalam militeristik atau perang. Karena dalam benak kita, yang dinamakan pahlawan adalah orang yang berjuang melawan kolonial penjajah ketika perang atau pertempuran. Padahal ada juga pahlawan yang berjuang dalam bidang jurnalistik, pendidikan, Sosial, budaya, dan lain sebagainya.

Mendapatkan gelar Pahlawan tentu saja bukan tujuan utama dari tokoh-tokoh yang telah berjuang demi indonesia merdeka. Ribuan bahkan jutaan  rakyat Indonesialah mengorbankn jiwa dan raga   berjuang tidak demi sebuah gelar.   Padahal orang tersebut mempunyai kontribusi yang tinggi dalam usaha mempertahankan maupun memperjuangkan kemerdekaan.

Seorang pahlawan tidak harus mendapatkan gelar pahlawan. Tetapi di mana seseorang tersebut dapat memberikan pengaruh postif dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. dia sudah diakui sebagai pahlawan. Walaupun gelar sebagai seorang pahlawan itu Penting, tetapi bukan tujuan utama seseorang melakukan kebaikan. Menjadi pahlawan di masa sekarang tidak harus orang yang berperang melawan penjajah atau dengan memegang senjata bambu runcing, dia disebut pahlawan. Menjadi seorang yang berguna di masyarakatnya juga merupakan pahlawan masa kini. Seperti salah satu nya adalah guru, terkenal dengan sebutan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.

Imam Ath-Thabarani meriwayatkan dari Muhammad bin Abdillah Al-Hadharami, dari Ali bin Bahram, dari Abdul Malik bin Abi Karimah, dari Ibnu Juraji, dari Atha’ bin Yasar, dari Jabir bin Abdillah r.a, bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda,

“Orang mukmin itu menyayangi dan disayangi. Dan tidak ada kebaikan pada orang yang tidak menyayangi serta tidak disayangi. Dan sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain.”

Dalam Al-Qur’an surat Ali-Imron 3: 110.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”


Kuntowijoyo memaknai The Real Hero dengan gagasan profetik yang diambil dari surat Ali-Imron ayat 110 bahwa Profetik memiliki tiga nilai penting sebagai landasannya, yaitu Humanisasi, Liberasi, dan Transendensi:

1. menyuruh kepada yang makruf (Humanisasi)

Mengajak kepada kebaikan -tauhid- dari tidak mengenal Allah menjadi mengenal Allah

2. mencegah dari yang mungkar (Liberasi)

Liberasi/ mencegah dari yang munkar. Pembebasan dari dosa

3. Beriman kepada Allah

Berjuang: beriman kepada Allah (Transendensi)

Karena makna pahlawan kini dalam perkembangannya sudah mengalami makna yang luas dan semakin berkembang. Pahlawan tidak hanya dimaknai orang yang berjuang atau berperang melawan penjajah tapi kini berjuang melawan penjajahan modern, penjajahan dari kapitalis, kebodohan, kemiskinan dan penderitaan. Kini seorang pahlawan adalah orang yang bisa bermafaat bagi orang lain. Mari berjuang dengan ikhlas. Dan semoga 72 tahun merdeka dapat dijadikan refleksi bersama untuk menjadi pahlawan era kini. Dengan bermanfaat untuk orang lain, mari kita mengukir karya. Membuat kita menjadi warga bangsa yang sesungguhnya. Dan miliki makna bagi generasi selanjutnya.(tammy)


Oleh : Kemsos

Berita Terpopuler

Pengembangan Kapasitas Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial

25/3/2013 14

Oleh : Early FebrianaSebagai bagian dari  upaya meningkatkan etos kerja, dedikasi dan kualitas Sumber Daya Manusia penyuluhan sosial, Pusat Penyuluhan Sosial  mengadakan kegiatan Pengembangan Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial di Rumah Jambu Luwuk, Bogor. Sebanyak 53 orang yang terdiri dari pegawai di lingkungan Pusat Penyuluhan Sosial dan tenaga penyuluh sosial fungsional yang ada d...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Mengaktifkan Karang Taruna yang Mati Suri

3/7/2014 09:

Setiap desa/kelurahan hampir pasti memiliki organisasi kepemudaan karang taruna. Wadah yang menggalang inspirasi pemuda ini merupakan arena  pemuda-pemuda untuk berkreasi menjadi motor penggerak masyarakat. Perlu kita sadari bahwa setiap desa/kelurahan memiliki Pemuda-pemuda yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan dirinya sendiri dan masyarakat. Banyak pemuda-pemuda yang memiliki po...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia

20/5/2014 11

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia “Persepsi Yang Keliru Tentang Karang Taruna” Oleh : Ferdiyan Pratama, S.ST Pernah mengamati fonemen seperti ini. Setiap menjelang peringatan 17 Agustus, pemuda-pemudi di suatu desa atau kelurahan pasti menyibukan diri dalam kegiatan-kegiatan menyambut hari proklamasi Indonesia. Semua unsur pemuda-pemudi menjadi pelopor m...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Link Lainnya