PUSPENSOS

Pusat Penyuluhan Sosial

Kementerian Sosial Republik Indonesia

BERITA & PENGUMUMAN

PKH dan Kesehatan

09/11/2017  119

UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, bahwa Perlindungan Anak segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi Anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpatisipasi secara maksimal sesuai harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Bagaimana memahami UU tersebut jika kita kaitkan dengan PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) ?.

Millenium Development Goalds (MDGs) yang merupakan komitmen bersama masyarakat Internasional dalam pembangunan manusia dan pengentasan kemiskinan. MDGs memberikan arah untuk: a). Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan peserta PKH, b). Meningkatkan taraf pendidikan peserta PKH, c). Meningkatkan status kesehatan dan gizi bagi ibu hamil, nifas, balita, anak prasekolah/sekolah.

Program Keluarga Harapan (PKH) sangat strategis jika kita aplikasikan, diantaranya sesuai dengan isi dari pelaksanaan MDGs yaitu menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu. Pelaksanaanya  setiap bulan melalui urutan 5 (lima) meja, dari meja satu hingga meja lima di setiap Posyandu dengan 5 kegiatan pelayanannya: 

1.Kesehatan Ibu dan Anak, 

2. Pemberian Imunisasi, 

3. Makanan yang bergizi, 

4. Penanggulangan Diare, dan 

5. Keluarga Berencana.

 

Bagi peserta PKH diharapkan selalu memanfaatkan Posyandu sebagai pelayanan kesehatan yang merupakan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Oleh karena PKH dan Kesehatan memberikan kepada generasi (anak balita) peserta PKH yang tumbuh berkembang menjadi anak harapan kita semua di masa depan sebagai generasi sehat, cerdas dan bermanfaat untuk bangsa dan negara.

oleh : Saifudin, SE. (Penyuluh Sosial Pertama - Dinas Sosial Kabupaten Lahat)

Lahat,  September 2017

Oleh : Kemsos

Berita Terpopuler

Pengembangan Kapasitas Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial

25/3/2013 14

Oleh : Early FebrianaSebagai bagian dari  upaya meningkatkan etos kerja, dedikasi dan kualitas Sumber Daya Manusia penyuluhan sosial, Pusat Penyuluhan Sosial  mengadakan kegiatan Pengembangan Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial di Rumah Jambu Luwuk, Bogor. Sebanyak 53 orang yang terdiri dari pegawai di lingkungan Pusat Penyuluhan Sosial dan tenaga penyuluh sosial fungsional yang ada d...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Mengaktifkan Karang Taruna yang Mati Suri

3/7/2014 09:

Setiap desa/kelurahan hampir pasti memiliki organisasi kepemudaan karang taruna. Wadah yang menggalang inspirasi pemuda ini merupakan arena  pemuda-pemuda untuk berkreasi menjadi motor penggerak masyarakat. Perlu kita sadari bahwa setiap desa/kelurahan memiliki Pemuda-pemuda yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan dirinya sendiri dan masyarakat. Banyak pemuda-pemuda yang memiliki po...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia

20/5/2014 11

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia “Persepsi Yang Keliru Tentang Karang Taruna” Oleh : Ferdiyan Pratama, S.ST Pernah mengamati fonemen seperti ini. Setiap menjelang peringatan 17 Agustus, pemuda-pemudi di suatu desa atau kelurahan pasti menyibukan diri dalam kegiatan-kegiatan menyambut hari proklamasi Indonesia. Semua unsur pemuda-pemudi menjadi pelopor m...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Link Lainnya