PUSPENSOS

Pusat Penyuluhan Sosial

Kementerian Sosial Republik Indonesia

BERITA & PENGUMUMAN

Spirit Idul Qurban Sebagai Wujud Sikap Peduli dan Berbagi

09/11/2017  60

Hari Raya Idul Adha yang juga akrab disebut sebagai hari raya qurban pada tahun ini diperingati pada tanggal 1 September 2017. Seluruh umat muslim pada hari raya ini, bagi mereka yang sudah berkecukupan dianjurkan untuk berkurban. Bulan Idul Adha Qurban merupakan bulan yang  sangat  bersejarah bagi umat Islam, dimana didalamnya dijelaskan tentang asal usul penyembelihan hewan qurban sebagai bukti ketaqwaan seorang hamba terhadap sang khaliq.

 

Istilah “Qurban” dalam arti sempit mempunyai makna “Prosesi ibadah dalam ajaran Islam dengan melakukan penyembelihan hewan yang sudah memenuhi syarat tertentu dilaksanakan pada hari raya Idul Adha”. Sementara filosofi ibadah qurban sendiri dimulai dari ujian tingkat keimanan seorang nabi yaitu Nabi Ibrahim AS, yang diperintah Allah untuk menyembelih putra tercintanya yaitu Ismail.  Oleh karena itu, tidak heran setiap hari Raya Idul Adha umat Islam hamper diseluruh pelosok negeri melaksanakan pemotongan hewan qurban, tak terkecuali pada tahun 2017 ini.

 

Penyembelihan hewan qurban yang merupakan bukti ketaqwaan seorang hamba juga dapat diferleksikan sebagai kesalehan individual yang berdampak pada kesalehan sosial, karena daging herwan qurban dibagikan pada yang tidak mampu dan yang memerlukan. Peyembelihan hewan qurban pada Hari Raya Idul Adha bukanlah tradisi biasa yang tanpa makna dan bukan juga sebagai seremonial memotong leher hewan qurban, tapi lebih dari itu mengandung nilai yang kaya akan makna diantaranya yaitu sikap peduli dan berbagi terhadap sesama.  Disinilah hakekat qurban lebih sarat kepada kesalehan individual dan berujung kepada kesalehan sosial.

 

Disebut kesalehan individual karena berkaitan dengan ibadah khusus yang menyangkut ibadah ritual seperti shalat, puasa, zakat, haji dan lainnya. Dalam pengertian ini seorang muslim lebih menjalin hubungan baik terhadap Allah SWT. Sementara kesalehan sosial lebih kepada perilaku individu yang sangat peduli terhadap nilai-nilai sosial. Artinya seseorang yang memilki kesalehan sosial ia akan peduli terhadap masalah-masalah sosial yang dihadapi oleh masuarakat dan mampu berempati. Dalam islam dua kesalehan tersebut tidak terpisahkan, seperti dua sisi mata uang, biasanya orang yang memiliki kesalehan individual maka akan berimplikasi terhadap kesalehan sosialnya.

Dengan diisyaratkan qurban, kaum muslimin dilatih untuk mempertajam rasa kemanusiaannya dengan mengasah kepekaan terhada masalah-masalah sosial, mengakarkan sikap peduli, berbagi dan saling menyayangi terhadap sesama. Oleh karena itu ibadah qurban perlu dikembangkan sebagai sehari-hari untuk mewujudkan harmosisasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara karena mengandung tiga nilai aspek didalamnya yaitu : nilai keimanan, nilai pendidikan dan nilai sosial.

Jika ketiga aspek ini dapat melekat dan terbangun dalam kehidupan sehari-hari didalam masyarakat, akan tumbuh rasa cita terhadap sesama dan bukan mustahil sedikit demi sedikit permasalahan sosialpun akan teratasi yang dimulai dari diri sendiri dan masyarakat.

(oleh Misnawati)

Oleh : Kemsos

Berita Terpopuler

Pengembangan Kapasitas Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial

25/3/2013 14

Oleh : Early FebrianaSebagai bagian dari  upaya meningkatkan etos kerja, dedikasi dan kualitas Sumber Daya Manusia penyuluhan sosial, Pusat Penyuluhan Sosial  mengadakan kegiatan Pengembangan Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial di Rumah Jambu Luwuk, Bogor. Sebanyak 53 orang yang terdiri dari pegawai di lingkungan Pusat Penyuluhan Sosial dan tenaga penyuluh sosial fungsional yang ada d...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Mengaktifkan Karang Taruna yang Mati Suri

3/7/2014 09:

Setiap desa/kelurahan hampir pasti memiliki organisasi kepemudaan karang taruna. Wadah yang menggalang inspirasi pemuda ini merupakan arena  pemuda-pemuda untuk berkreasi menjadi motor penggerak masyarakat. Perlu kita sadari bahwa setiap desa/kelurahan memiliki Pemuda-pemuda yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan dirinya sendiri dan masyarakat. Banyak pemuda-pemuda yang memiliki po...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia

20/5/2014 11

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia “Persepsi Yang Keliru Tentang Karang Taruna” Oleh : Ferdiyan Pratama, S.ST Pernah mengamati fonemen seperti ini. Setiap menjelang peringatan 17 Agustus, pemuda-pemudi di suatu desa atau kelurahan pasti menyibukan diri dalam kegiatan-kegiatan menyambut hari proklamasi Indonesia. Semua unsur pemuda-pemudi menjadi pelopor m...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Link Lainnya