PUSPENSOS

Pusat Penyuluhan Sosial

Kementerian Sosial Republik Indonesia

BERITA & PENGUMUMAN

Pengukuhan 1000 Sahabat Peduli ODHA Dalam Pentas Sahabat Odha 2017 di Surabaya

12/04/2017  10

Gerak gemulai tarian India yang dibawakan oleh seorang transgender mengawali acara pada pagi hari tanggal 3 Desember 2017 di Crystal Hall Hotel Garden Palace, Surabaya. Sekelompok transgender berlenggak-lenggok memamerkan hasil karya mereka berupa kebaya berpayet dengan mimik dan gaya yang sangat lucu, hingga penonton tidak bisa menahan tawa. Para penyandang disabilitas juga ikut meramaikan dengan suara dan music yang indah mendendangkan lagu Usah Kau Lara Sendiri dan Mengejar Matahari. Ada juga pertunjukan drama bertemakan pengidap HIV Aids, tarian kontemporer , tarian Maumere dan nyanyi Solo. Semuanya dibawakan oleh penerima manfaat dari penyandang ODHA (Orang Dengan HIV- Aids) dan pendampingnya dalam Pentas Sahabat ODHA, dalam rangka peringatan Hari Aids Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember kemarin.

            Pada pentas sahabat ODHA ini, penyuluh sosial berkesempatan hadir diantara penyandang dan pendamping ODHA yang berbaur menjadi satu, tidak terlihat mana yang pengidap dan mana pendampingnya sampai seorang pemuda yang tampil bernyanyi solo dengan suara yang sangat bagus, memberikan testimoni bahwa dirinya adalah ODHA yang diketahuinya 3 tahun yang lalu. Ia memberikan motivasi agar menjadi ODHA tetap semangat dan tetap berkarya dan berkreasi, sedangkan bagi masyarakat agar menjadi sahabat ODHA karena ODHA berhak disayangi.

            Bersamaan dengan acara pentas juga dilaksanakan seminar tentang HIV-Aids yang dibawakan oleh 3 Narasumber, yaitu Dokter Asep (Dokter peduli Aids), Dr. Baby Jim Aditya ( Aktivis Peduli Korban HIVAids), dan Dr. Sony W Manalu, Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang, yang membedah tentang apa itu virus HIV-Aids, dan bagaimana penanganannya. Baby Jim menyatakan bahwa menurut penelitian, penyandang terbesar HIV-Aids adalah ibu rumah tangga. Fakta ini sangat mengejutkan mengingat ibu rumah tangga tertular dari suaminya yang terkena virus HIV melalui banyak hal, yaitu, pemakaian jarum suntik pada orang dengan kecanduan napza, seks beresiko dan seks berganti-ganti pasangan. Dari diskusi ini dihasilkan kesimpulan ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melakukan pencegahan terhadap bahaya HIV-Aids yaitu dengan tindak ABCD. A berarti Anda jauhi seks bebas/ diluar nikah/ seks beresiko. B berarti Bersikap saling setia hanya dengan 1 pasangan. C berarti cegah dengan kondom, dalam berhubungan seksual hendaknya orang-orang yang beresiko, diantaranya LSL atau Laki-laki Suka Sama Laki-laki, transgender, ODHA menggunakan kondom. D berarti Dihindari, penggunaan narkoba suntik dan napza jenis lainnya. E, berarti Edukasi, dengan mengajari pasangan dan teman masing-masing.

            Acara Sahabat Peduli ODHA ini ditutup oleh Menteri Sosial RI, Ibu Khofifah Indar Parawansa dengan didahului Ibu Khofifah menyapa 1000 orang di Crystal Hall dengan lagu Mengejar Matahari. Kemudian Menteri menyematkan pin sahabat peduli ODHA kepada 10 orang perwakilan sahabat ODHA dari berbagai unsur masyarakat dengan  Ikrar Sahabat Peduli ODHA untuk berkomitmen menjaga lingkungannya dan para ODHA dengan tidak memberikan stigma atau diskriminasi terhadap ODHA.Pada kesempatan ini Ibu Khofifah menjelaskan bahwa para  ODHA jangan berhenti berharap akan adanya kesembuhan dan ditemukannya obat untuk para ODHA. Ibu Khofifah menyatakan bahwa seorang professor dari UGM telah melakukan penelitian terhadap telur ayam dengan treatment tertentu dapat meningkatkan kekebalan tubuh manusia, dan telah diujicobakan pada beberapa ODHA, dan membuahkan hasil positif, yaitu tubuhnya bertambah sehat. Selain itu seorang dokter di Amerika juga telah menemukan metode penyembuhan terhadap ODHA, dan berhasil mengobati seorang jurnalis dari Amerika sehingga jurnalis tersebut dapat sembuh total dari penyakit HIV-Aids.Pesan Khofifah nyalakan harapan sehingga, iman, cinta dan kedamaian dapat diraih untuk kita semua, ODHA, dan sahabat peduli ODHA. Stop ODHA, cukup penyakitnya berhenti pada mereka saja yang terkena. Jauhi virusnya, namun sayangi ODHA.

(Early Febriana)

           

Oleh : Kemsos

Berita Terpopuler

Pengembangan Kapasitas Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial

25/3/2013 14

Oleh : Early FebrianaSebagai bagian dari  upaya meningkatkan etos kerja, dedikasi dan kualitas Sumber Daya Manusia penyuluhan sosial, Pusat Penyuluhan Sosial  mengadakan kegiatan Pengembangan Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial di Rumah Jambu Luwuk, Bogor. Sebanyak 53 orang yang terdiri dari pegawai di lingkungan Pusat Penyuluhan Sosial dan tenaga penyuluh sosial fungsional yang ada d...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Mengaktifkan Karang Taruna yang Mati Suri

3/7/2014 09:

Setiap desa/kelurahan hampir pasti memiliki organisasi kepemudaan karang taruna. Wadah yang menggalang inspirasi pemuda ini merupakan arena  pemuda-pemuda untuk berkreasi menjadi motor penggerak masyarakat. Perlu kita sadari bahwa setiap desa/kelurahan memiliki Pemuda-pemuda yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan dirinya sendiri dan masyarakat. Banyak pemuda-pemuda yang memiliki po...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia

20/5/2014 11

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia “Persepsi Yang Keliru Tentang Karang Taruna” Oleh : Ferdiyan Pratama, S.ST Pernah mengamati fonemen seperti ini. Setiap menjelang peringatan 17 Agustus, pemuda-pemudi di suatu desa atau kelurahan pasti menyibukan diri dalam kegiatan-kegiatan menyambut hari proklamasi Indonesia. Semua unsur pemuda-pemudi menjadi pelopor m...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Link Lainnya