PUSPENSOS

Pusat Penyuluhan Sosial

Kementerian Sosial Republik Indonesia

BERITA & PENGUMUMAN

Transformasi Program Keluarga Harapan

12/10/2012  86

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan adanya penurunan persentase angka kemiskinan di Indonesia Per Maret 2015 yaitu 11,22% dan terus menurun hingga Maret 2017 sebesar 10,64%, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat berkontribusi dalam menekan angka kemiskinan tersebut. Namun penurunan angka kemiskinan tidak dibarengi dengan berkurangnya kesenjangan sosial, kesenjangan sosial di Indonesia justru meningkat melebihi negara-negara tetangga. Hasil penelitian Badan Kebijakan Fiskal pada 7 September 2017 menunjukkan bahwa program bantuan sosial yang paling efektif dalam menurunkan kemiskinan dan gini rasio adalah Program Keluarga Harapan. Oleh karena nya dalam sidang Kabinet Paripurna tentang Pagu Indikatof RAPBN tahun 2018 tanggal 4 April 2017 di Istana Negara Jakarta, Presiden R.I mengambil kebijakan untuk meningkatkan jumlah target penerima PKH dari 6 Juta KPM menjadi 10 Juta KPM.

Permensos Nomor 10 Tahun 2017 menjelaskan bahwa Program Keluarga Harapan adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin yang ditetapkan sebagai Keluarga Penerima Manfaat PKH. Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan taraf hidup KPM dengan mengurangi beban pengeluaran KPM dan pengubahan perilaku KPM melalui aksesibilitas terhadap layanan pendidikan dan kesehatan, sehingga berdampak pada pengurangan angka kemiskinan dan kesenjangan. Sejak pertama diluncurkan tahun 2007, PKH terdiri dari 4 komponen bantuan, yakni komponen ibu hamil / nifas , bayi, balita dan anak sekolah, pada tahun 2016 komponen KPM PKH diperluas dengan menyasar pada lanjut usia (> 70 tahun) dan disabilitas berat yang berada di dalam keluarga. Penerima Manfaat PKH diwajibkan melaksanakan poin-poin kewajiban peserta untuk bisa mendapatkan bantuan PKH. Family Development Session atau yang dikenal sebagai Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dilakukan secara regular setiap bulannya dengan difasilitasi oleh pendamping PKH.

Skema penyaluran bantuan sosial di Indonesia mengalami transformasi, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) merupakan sarana untuk menyalurkan bantuan sosial dan subsidi Pemerintah. KKS kini berinovasi dengan mempunyai fungsi ganda yaitu menjadi tabungan dan dompet (e-wallet). Sistem ini menjadi karya inovatif pertamakali yang digunakan diantara banyak negara yang melakukan Bantuan Tunai Bersyarat (Conditional Cash Transfer) atau PKH. Kedua fungsi kartu tersebut tergambar sebagai berikut :

 

 

 

Inovasi Penyaluran Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan

Kartu Keluarga Sejahtera

 

Fitur e-Wallet

     e-Wallet adalah Simpanan uang elektronik

     Dapat digunakan belanja barang / tidak bisa di tarik Tunai

     Kuota Barang

     Wadah menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai, Bantuan LPG 3 Kg, dan bantuan barang lainnya

 

Fitur Tabungan

     Tabungan adalah Simpanan berupa Rekening Bank yang dapat ditarik secara tunai

     Produk TabunganKU – Lakupandai

     Mendukung program Keuangan Inklusif

     Wadah menyalurkan bantuan sosial PKH dan bantuan tabungan lainnya

 

 

 

 

 

Inovasi penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan ini merupakan upaya dalam memadukan berbagai jenis bantuan sosial, meningkatkan nilai manfaat bantuan sosial dan memperluas target ke seluruh jumlah penduduk yang kategori miskin dan hampir miskin. Oleh karenanya pemerintah sejak tahun 2016 sudah melakukan upaya mengintegrasikan program-program bantuan sosial dalam kerangka kebijakan perlindungan sosial secara komprehensif.  Pendekatan yang sektoral dan fragmentaris dihindarkan, sebagaimana instruksi Presiden bahwa, “bantuan sosial harus terpadu/terintegrasi”.

Sebagai upaya memperkuat sistem layanan bantuan sosial bersyarat non tunai, Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) mengembangkan teknologi interoperability yang merupakan fasilitas yang memudahkan penerima manfaat untuk mencairkan bantuan di Bank Himbara yang meliputi Bank BNI, BTN, BRI dan Mandiri tanpa dikenai biaya administrasi. Himbara telah menyediakan fasilitas ATM dengan Logo “Himbara” dan saat ini telah diperluas ke ATM yang berlogo “LINK”

Untuk merespon lokasi yang sulit jaringan seperti wilayah-wilayah PKH akses (Papua dan Papua Barat), BNI meluncurkan Inovasi EDC Offline (Electronic Data Capture). EDC Offline/Smart POS yang dikembangkan merupakan perangkat untuk melakukan berbagai fungsi antara lain untuk layanan berbagai jenis transaksi (pembayaran, pembelian, transfer) non tunai, layanan Laku Pandai, LKD (Layanan Keuangan Digital), e-Payment, layanan penyaluran bantuan pemerintah (G2P/ Government to Person), pendaftaran dan informasi lengkap dengan standar aplikasi. EDC Offline berbasis android yang mampu merekam data masing-masing penerima manfaat, mesin EDC akan merekam dan memverifikasi para peserta bantuan dengan menggunakan data finger print dan e-KTP sehingga pada saat pencairan tidak memerlukan PIN. Mesin EDC dapat dibawa kemana saja tanpa terkendala jaringan internet.

Transformasi penyaluran bantuan PKH dari tunai ke non tunai diharapkan selain mampu mencapai target penyaluran bantuan sosial yang transparan dan akuntabel juga bertujuan mengenalkan sistem perbankan kepada KPM PKH sehingga membangun kesadaran untuk tidak langsung menghabiskan bantuan secara langsung tetapi menyisihkan uang yang dimiliki untuk menabung. Inovasi pengembangan teknologi interoperability dan EDC Offline oleh perbankan sangat mendukung upaya perluasan jumlah target penerima manfaat tahun 2018 yakni sejumlah 10 Juta KPM PKH hingga wilayah di Indonesia yang berkategori blankspot sekalipun.

Sumber :

Hikmat, Harry. 2017. Revolution of Social Assitance In Indonesia : Transformation of Program Keluarga Harapan (PPT).

World Bank. 2017. Pembaharuan Kajian Belanja Pemerintah Untuk Bantuan Sosial : Menuju Sistem Bantuan Sosial yang Menyeluruh, Terintegrasi dan Efektif di Indonesia. Jakarta : Australian Government.

Oleh : Kemsos

Berita Terpopuler

Pengembangan Kapasitas Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial

25/3/2013 14

Oleh : Early FebrianaSebagai bagian dari  upaya meningkatkan etos kerja, dedikasi dan kualitas Sumber Daya Manusia penyuluhan sosial, Pusat Penyuluhan Sosial  mengadakan kegiatan Pengembangan Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial di Rumah Jambu Luwuk, Bogor. Sebanyak 53 orang yang terdiri dari pegawai di lingkungan Pusat Penyuluhan Sosial dan tenaga penyuluh sosial fungsional yang ada d...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Mengaktifkan Karang Taruna yang Mati Suri

3/7/2014 09:

Setiap desa/kelurahan hampir pasti memiliki organisasi kepemudaan karang taruna. Wadah yang menggalang inspirasi pemuda ini merupakan arena  pemuda-pemuda untuk berkreasi menjadi motor penggerak masyarakat. Perlu kita sadari bahwa setiap desa/kelurahan memiliki Pemuda-pemuda yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan dirinya sendiri dan masyarakat. Banyak pemuda-pemuda yang memiliki po...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia

20/5/2014 11

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia “Persepsi Yang Keliru Tentang Karang Taruna” Oleh : Ferdiyan Pratama, S.ST Pernah mengamati fonemen seperti ini. Setiap menjelang peringatan 17 Agustus, pemuda-pemudi di suatu desa atau kelurahan pasti menyibukan diri dalam kegiatan-kegiatan menyambut hari proklamasi Indonesia. Semua unsur pemuda-pemudi menjadi pelopor m...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Link Lainnya