PUSPENSOS

Pusat Penyuluhan Sosial

Kementerian Sosial Republik Indonesia

BERITA & PENGUMUMAN

Dampak Negatif Penggunaan Gadget Pada Anak

01/18/2019  33

Di perkembangan era teknologi seperti saat ini, anak sudah sangat akrab dengan gedget bahkan banyak juga anak-anak yang sudah mahir dalam menggunakan gadget. Maka sanat diperlukan peranan dari orang tua untuk bijak dalam memberikan alat komunikasi tersebut. Orang tua juga hendaknya dapat mengontrol penggunaan gadget bagi anak, sebab gadget sesungguhnya dapat menyebabkan ketergantungan yang tentunya dapat menghambat atau memberikan dampak negatif bagi tumbuh kembang anak.

Gadget sudah seperti dua mata pisau, yang meiliki dampak positif yang dapat di ambil dalam penggunaannya, serta juga terdapat dampak negatif nya, berikut paparan dampak negatif dari gadget:

1.    Bahaya radiasi

Sudah kita ketahui bahwa untuk dapat menghantarkan suara atau data dari pponsel satu ke ponsel lainnya perlu adanya jaringan berupa sinyal, jaringan ini disebut gelombang elektromegnetik, dan gelombang inilah yang  bisa  berdampak buruk bagi kesehatan, terutama bagi kesehatan anak.

2.    Terlambat bicara

Terlalu asyik bermain dengan gadget dapat membuat anak merasa malas untuk berkomunikasi dengan lingkungan sekitar, dan bisa menyebabkan anak kekurangan kosakata lalu menjadi keterlambatan bicara.

3.    Gangguan Tidur

Waktu tidur anak bisa berkurang akibat terlalu asyik bermain dengan gadget, teruma ketika gadget digunakan sesaat menjelang tidur. Cahaya yang dipancarkan oleh gadget tersebut berpotensi membuat mata anak sulit terpejam.

4.    Ketagihan

Anak kebanyakan sangat menyukai bermain gadget, gadget yang memiliki penampakan yang menarik, memiliki gambar yang dapat bergerak serta memiliki warna warna dapat menyebabkan anak merasa ingin terus bermain dengan gadget tersebut.

Nah kita telah mengetahui dampak negatif dari gadget, berikut cara agar mengurangi penggunaan gadget pada anak:

1.    Buat jadwal untuk anak bermain dengan gadget, misalnya ketika anak sedang libur pada hari sabtu dan minggu, dan juga bisa membatasi waktu penggunaannya seperti hanya selama 1 jam, ketika waktu bermain di sore hari.

2.    Berikan peringatan, orangtua terus mengingatkan ketika waktu bermain akan habis.

( Oleh ; Putri Kusumadewi)

Oleh : Kemsos

Berita Terpopuler

Pengembangan Kapasitas Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial

25/3/2013 14

Oleh : Early FebrianaSebagai bagian dari  upaya meningkatkan etos kerja, dedikasi dan kualitas Sumber Daya Manusia penyuluhan sosial, Pusat Penyuluhan Sosial  mengadakan kegiatan Pengembangan Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial di Rumah Jambu Luwuk, Bogor. Sebanyak 53 orang yang terdiri dari pegawai di lingkungan Pusat Penyuluhan Sosial dan tenaga penyuluh sosial fungsional yang ada d...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Mengaktifkan Karang Taruna yang Mati Suri

3/7/2014 09:

Setiap desa/kelurahan hampir pasti memiliki organisasi kepemudaan karang taruna. Wadah yang menggalang inspirasi pemuda ini merupakan arena  pemuda-pemuda untuk berkreasi menjadi motor penggerak masyarakat. Perlu kita sadari bahwa setiap desa/kelurahan memiliki Pemuda-pemuda yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan dirinya sendiri dan masyarakat. Banyak pemuda-pemuda yang memiliki po...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia

20/5/2014 11

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia “Persepsi Yang Keliru Tentang Karang Taruna” Oleh : Ferdiyan Pratama, S.ST Pernah mengamati fonemen seperti ini. Setiap menjelang peringatan 17 Agustus, pemuda-pemudi di suatu desa atau kelurahan pasti menyibukan diri dalam kegiatan-kegiatan menyambut hari proklamasi Indonesia. Semua unsur pemuda-pemudi menjadi pelopor m...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Link Lainnya