PUSPENSOS

Pusat Penyuluhan Sosial

Kementerian Sosial Republik Indonesia

BERITA & PENGUMUMAN

Peran Dukungan Keluarga Dalam Menghadapi Difabel Baru

01/21/19  75

Ketika seseorang yang mengalami kondisi disabilitas baru maka akan mengalami banyak perubahan dalam diri mereka. Perubahan ini dapat berdampak pada perilaku seseorang yang tiba-tiba menjadi difabel dan tentunya orang-orang disekitar mereka, terutama keluarga. Keluarga merupakan kelompok terkecil yang dimiliki oleh manusia, keluarga akan memberikan dukungan bagi anggota keluarga yang lain, jika sesorang anggota keluarga yang tiba-tiba menjadi difabel, maka kondisi keluarga pun akan berubah.

Keluarga yang memiliki anggota keluarga yang tiba-tiba menjadi difabel, awalnya pasti akan mersa kaget maka tidak semua keluarga dapat merespon dengan tepat perubahan ini. Apalagi bila yang berubah adalah peran atau fungsi yang krusial dalam keluarga. Seperti anggota keluarga yang tiba-tiba menjadi difabel tersebut adalah tulang punggung keluarga, otomatis perannya tersebut harus digantikan oleh anggota keluarga yang lain.

Perubahan kondisi seseorang ketika menjadi difabel akan membuat arah yang berlawanan dengan perilaku sebelumnya. Reaksi difabel baru tersebut juga dapat kearah yang positif  maka akan mudah untuk keluarga membantunya, namun bila reaksi yang muncul adalah reaksi negatif, keluarga akan membutuhkan usaha yang lebih keras untuk membantunya. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan oleh keluarga ketika menghadapi reaksi negatif dari difabel baru:

1.    Menerima keadaan anggota keluarga yang telah berubah.

2.    Menjalani setiap proses sebgai pembelajaran dari kondisi yang muncul

3.    Tunjukkan keterbukaan atas kondisi yang dialami keluarga penyandang difabel baru

4.    Tidak mengeluh serta menunjukkan penyeselan ketika membantu penyandang difabel  baru

(oleh Putri Kusumadewi)

Oleh : Kemsos

Berita Terpopuler

Pengembangan Kapasitas Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial

25/3/2013 14

Oleh : Early FebrianaSebagai bagian dari  upaya meningkatkan etos kerja, dedikasi dan kualitas Sumber Daya Manusia penyuluhan sosial, Pusat Penyuluhan Sosial  mengadakan kegiatan Pengembangan Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial di Rumah Jambu Luwuk, Bogor. Sebanyak 53 orang yang terdiri dari pegawai di lingkungan Pusat Penyuluhan Sosial dan tenaga penyuluh sosial fungsional yang ada d...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Mengaktifkan Karang Taruna yang Mati Suri

3/7/2014 09:

Setiap desa/kelurahan hampir pasti memiliki organisasi kepemudaan karang taruna. Wadah yang menggalang inspirasi pemuda ini merupakan arena  pemuda-pemuda untuk berkreasi menjadi motor penggerak masyarakat. Perlu kita sadari bahwa setiap desa/kelurahan memiliki Pemuda-pemuda yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan dirinya sendiri dan masyarakat. Banyak pemuda-pemuda yang memiliki po...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia

20/5/2014 11

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia “Persepsi Yang Keliru Tentang Karang Taruna” Oleh : Ferdiyan Pratama, S.ST Pernah mengamati fonemen seperti ini. Setiap menjelang peringatan 17 Agustus, pemuda-pemudi di suatu desa atau kelurahan pasti menyibukan diri dalam kegiatan-kegiatan menyambut hari proklamasi Indonesia. Semua unsur pemuda-pemudi menjadi pelopor m...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Link Lainnya