PUSPENSOS

Pusat Penyuluhan Sosial

Kementerian Sosial Republik Indonesia

BERITA & PENGUMUMAN

Body Language Saat Berbicara

01/23/2019  81

      Berbicara Penyuluhan adalah bagaimana kita mengkomunikasikan tujuan yang akan kita sampaikan kepada sasaran agar sasaran yang kita berikan penyuluhan mampu memahami lalu kemudian di olah dalam pikiran dan kemudian  mampu merubah perilaku sesuai tujuan yang diharapkan. Mengkomunikasikan tujuan yang akan kita sampaikan tentunya tak lepas bagaimana kita berbicara yang menarik dihadapan sasaran khalayak. Tidak hanya  materi yang perlu kita kuasai namun juga halnya dengan bagaimana cara kita agar dapat tampil berbicara di depan kahalayak. Kemampuan berkomunikasi sangatlah penting agar penyampaian informasi tersebut dapat ditangkap oleh sasaran khalayak dan dapat meningkatkan citra profesionalisme kita sebagai penyuluh sosial. Salah satu yang tak kalah penting adalah body language (bahasa tubuh). Maksudnya adalah sebelum kita  memulai berbicara banyak, paling tidak gaya bahasa tubuh kita sebagai penyuluh  telah memberikan kesan baik di depan sasaran khalayak.

            Bahasa tubuh adalah cara lain dalam berkomunikasi dimana tubuh secara reflek akan berbicara kepada lawan bicara. Ada istilah mulut dapat berbohong tapi tidak dengan tubuhmu. Jadi penting bagi kita sebagai penyuluh sosial menguasai tentang bagaimana menempatkan bahasa tubuh yang baik dan tepat saat berbicara.

1.      Kontak mata. Ada istilah mata adalah jendela hati. Mata tidak dapat berbohong. Dari mata kita bisa terlihat ramah, baik, menerima, menolak, mencibir dan lain-lain. Bahkan bisa terlihat seluruhnya perasaan kita saat itu. Jangan sampai kita berbicara dengan audience atau lawan bicara dengan tatapan kosong. Apapun yang kita rasakan dan seberat apapun masalah yang kita alami bersikaplah selalu antusias, semangat dan ramah di depan sasaran khalayak/audience/lawan bicara.

2.      Gerakan Tubuh. Gerakan tubuh sangat betrpenagruh ketika kita berbicara di depan audience. Mulai dari gerakan tangan, gerakan kaki, cara duduk, atau berdiri atau apapun gerakan kita akan memiliki arti. Sebagai contoh, lawan bicara akan tersinggung jika kita menanggapi pembicaraan sambil betrpangku tangan, karena gerkan ini dapat menggambarkan kalau kita bosan berbicara dengan mereka. Mengetuk-ngetuk meja pun pada saat berbicara tidak disarankan, karena ini mengesankan kalau kita tidak sabar dan ingin segera menghentikan pembicaraan. Selain itu, yakinkan kita tidak menyimpan barang-barang yang dapat mengeluarkan bunyi dari dalam saku celana, hindari memasukann tangan kedaloam saku karena akan memberikan kesan bahwa kita tidak siap dan tidak percaya diri.

3.      Pasang mimik wajah. Walaupun terdengar gampang, ternyata ini tidak selalu mudah. Sering kali ekspresi wajah disalahartikan. Seperti wajah yang terlihat serius karena sedang konsentrasi malah justru memberikan kesan disapproval (ketidaksetujuan/penolakan) kepada lawan bicara. Senyumpun tidak selalu mengesankan kesenangan. Jadi kita harus sadar bagaimana seharusnya kita memasang mimic wajah walaupun bertebntangan dengan suasana dan pikiran ketika berbicara di depan khalayak sasaran.

Gunakan tiga bahasa tubuh tadi diatas dengan baik maka kita dapat memberikan ekspresi dan pesan labih dari materi yang kita sampaikan. Dengan bahasa tubuh, kita bisa mengetahui8 dan berbagi perasaan dengan lawan bicara. (Tammy, Pensos Madya. Dari berbagai sumber).    

Oleh : Kemsos

Berita Terpopuler

Pengembangan Kapasitas Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial

25/3/2013 14

Oleh : Early FebrianaSebagai bagian dari  upaya meningkatkan etos kerja, dedikasi dan kualitas Sumber Daya Manusia penyuluhan sosial, Pusat Penyuluhan Sosial  mengadakan kegiatan Pengembangan Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial di Rumah Jambu Luwuk, Bogor. Sebanyak 53 orang yang terdiri dari pegawai di lingkungan Pusat Penyuluhan Sosial dan tenaga penyuluh sosial fungsional yang ada d...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Mengaktifkan Karang Taruna yang Mati Suri

3/7/2014 09:

Setiap desa/kelurahan hampir pasti memiliki organisasi kepemudaan karang taruna. Wadah yang menggalang inspirasi pemuda ini merupakan arena  pemuda-pemuda untuk berkreasi menjadi motor penggerak masyarakat. Perlu kita sadari bahwa setiap desa/kelurahan memiliki Pemuda-pemuda yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan dirinya sendiri dan masyarakat. Banyak pemuda-pemuda yang memiliki po...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia

20/5/2014 11

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia “Persepsi Yang Keliru Tentang Karang Taruna” Oleh : Ferdiyan Pratama, S.ST Pernah mengamati fonemen seperti ini. Setiap menjelang peringatan 17 Agustus, pemuda-pemudi di suatu desa atau kelurahan pasti menyibukan diri dalam kegiatan-kegiatan menyambut hari proklamasi Indonesia. Semua unsur pemuda-pemudi menjadi pelopor m...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Link Lainnya