PUSPENSOS

Pusat Penyuluhan Sosial

Kementerian Sosial Republik Indonesia

BERITA & PENGUMUMAN

Perkembangan Usaha Ekonomi Produktif (Uep) Pesisir Desa Pleret Kecamatan Panjatan Kabupaten Kulon Progo

07/09/2019  51

Sebagai awal kelahiran Direktorat Penanganan Fakir Miskin Pesisir Pulau-pulau Kecil dan Perbatasan Antar Negara kementerian Sosial, telah menetapkan kebijakan kegiatan penanganan fakir miskin di wilayah pesisir pulau-pulau kecil dan perbatasan antar negara, dilaksanakan dalam bentuk pemberian bantuan stimulan Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Pemberian bantuan stimulan UEP ini dimaksudkan untuk memberikan akses kepada keluarga fakir miskin untuk memulai atau mendukung aktivitas ekonomi keluarga dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

Program bantuan stimulan UEP di kabupaten Kulon Progo diberikan kepada 550 KK berdasarkan hasil verifikasi dari Basis Data Terpadu yang dikelola Kementerian Sosial. Bantuan UEP di Kabupaten Kulon Progo terbagi menjadi 2 Kecamatan  yaitu Kecamatan Galur yang sasarannya Desa banaran,  sedangkan untuk Kecamatan Panjatan sasarannya desa Bugel dan Desa Pleret. Jumlah penerima bantuan UEP di wilayah Kecamatan Panjatan adalah 300 KK, 149 KK untuk Desa Bugel dan 151 KK  untuk desa Pleret. Khusus Lokasi Desa pleret, waktu pencairan bantuan stimulan UEP di wilayah desa Pleret Kecamatan Panjatan yaitu pada tanggal 19 September 2017.

Bantuan UEP yang diberikan per KK sebesar Rp. 2.000.000 (dua juta rupiah), yang peruntukannya sesuai dengan proposal yang diajukan oleh Keluarga Penerima Manfaat Bantuan (KPM). Bantuan Modal Usaha tersebut sampai saat ini sudah dibelanjakan atau dimanfaatkan sebagai modal usaha oleh penerima manfaat di Kecapatan Panajatan. Jenis usaha yang dikelola oleh KPM bantuan pada umumnya adalah jenis usaha peternakan, perdagangan/jasa, dan perikanan.

 

 

 

TABEL HASIL LAPORAN PANTAUAN PENDAMPING KPM DI DESA PLERET TERHADAP PERKEMBANGAN USAHA KPM

No

Perkembangan Usaha KPM

Jenis Usaha KPM

Jumlah KPM

1.

Berkembang (65,6%)

Perdagangan

14 orang

 

 

Jasa

  5 orang

 

 

Budi daya ikan

  2 orang

 

 

Industri rumah Tangga

  2 orang

 

 

Ternak

76  orang

2.

Kurang Berkembang (29,9 %)

Perdagangan

  1 orang

 

 

Ternak

44 orang

3.

Tidak berkembang (4,6%)

Perdagangan  

  1 orang

 

 

Jasa

  2 orang

 

 

Ternak

  4 orang

 

Jumlah

151 Orang

Sumber : Laporan Pendamping UEP Desa Pleret, 2018

Berdasarkan hasil observasi di lapangan dan diskusi dengan pendamping dan KPM terdapat beberapa kendala di lapangan untuk perkembangan usaha, yang diantaranya; pelatihan pelatihan yang sangat minim diberikan bahkan banyak KPM yang blm pernah mengikuti pelatihan keterampilan usaha; beberapa KPM terkadang tidak menghadiri pertemuan pembinaan kelompok dengan pendamping dalam upaya menambah keterampilan, juga dampak dari perubahan cuaca seperti musim hujan dan bahkan banjir yang berimbas pada usaha peternakan yang menurun prosuksinya bahkan ada ternak yang mati; sementara pada usaha perikanan menyebabkan kolam-kolam usaha meluap dan hilangnya ikan-ikan karena terbawa banjir atau menyebabkan ikan-ikan menjadi mati.

Secara keseluruhan melihat kondisi di lapangan dan dinamika perkembangan UEP dengan segala kendala dan faktor prngahmbatnya, kiranya perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: Pada saat menentukan  pemilihan jenis UEP sedapat mungkin disesuaikan dengan kondisi potensi alam yang didukung keterampilan KPM, besaran modal bantuan usaha melihat atau disesuaikan dengan kebutuhan jenis usaha KPM, faktor Pendampingan menjadi sangat penting  terhadap pembinaan usaha KPM, perlunya menjalin jejaring bisnis usaha dengan berbagai instansi terkait, evaluasi bertahap perlu dilakukan terhadap usaha KPM dengan memberikan semacam hadiah bagi yang berhasil, misalnya dengan penambahan modal usaha.

Oleh : B. Pudjianto

Oleh : Kemsos

Berita Terpopuler

Pengembangan Kapasitas Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial

25/3/2013 14

Oleh : Early FebrianaSebagai bagian dari  upaya meningkatkan etos kerja, dedikasi dan kualitas Sumber Daya Manusia penyuluhan sosial, Pusat Penyuluhan Sosial  mengadakan kegiatan Pengembangan Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial di Rumah Jambu Luwuk, Bogor. Sebanyak 53 orang yang terdiri dari pegawai di lingkungan Pusat Penyuluhan Sosial dan tenaga penyuluh sosial fungsional yang ada d...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia

20/5/2014 11

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia “Persepsi Yang Keliru Tentang Karang Taruna” Oleh : Ferdiyan Pratama, S.ST Pernah mengamati fonemen seperti ini. Setiap menjelang peringatan 17 Agustus, pemuda-pemudi di suatu desa atau kelurahan pasti menyibukan diri dalam kegiatan-kegiatan menyambut hari proklamasi Indonesia. Semua unsur pemuda-pemudi menjadi pelopor m...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Mengaktifkan Karang Taruna yang Mati Suri

3/7/2014 09:

Setiap desa/kelurahan hampir pasti memiliki organisasi kepemudaan karang taruna. Wadah yang menggalang inspirasi pemuda ini merupakan arena  pemuda-pemuda untuk berkreasi menjadi motor penggerak masyarakat. Perlu kita sadari bahwa setiap desa/kelurahan memiliki Pemuda-pemuda yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan dirinya sendiri dan masyarakat. Banyak pemuda-pemuda yang memiliki po...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Link Lainnya