PUSPENSOS

Pusat Penyuluhan Sosial

Kementerian Sosial Republik Indonesia

BERITA & PENGUMUMAN

Manfaat menerapkan Peraturan pada Anak

09/16/2019  38

Aturan adalah terdengar seperti kata-kata yang kurang menyenangkan. Namun hal ini dibutuhkan dalam keluarga untuk mengajarkan anak berperilaku yang sesuai dengan batasan yang boleh dilakukan dengan batasan yang tidak boleh dilakukan. Harapannya orang tua dapat membantu anak ketika untuk memahami peran, tanggung jawab, dan nilai-nilai dalam keluarga.

            Keluarga yang merupakan kelompok pertama yang dapat membentuk karakter anak. Tentu akan berpengaruh besar bagi pembentukan karakter bagi anak. Setelah anak dapat memahami perarturan yang ada di keluarga dengan baik, maka akan menjadi lebih mudah ketika nanti saat dewasa anak akan terjun kemasyarakat yang tentunya dipenuhi dengan norma-norma dan peraturan yang lebih mengikat.

            Jika peraturan di masyarakat yang resmi ditetapkan oleh pemerintah, maka sebaiknya peraturan yang ada di rumah tidak semata-mata dari orang tua saja yang tentunya berdasarkan pada aturan yanf baku. Lebih baik kita melibatkan seluruh anggota keluarga. Dengan tujuan orang tua dapat menegnali dan menggali hal-hal apa saja yang lebih memotivasi anak untuk menaati peraturan yang telah dibuat bersama. Selain penjabaran diatas berikut manfaat lain yang dapat dirasakan anak:

1 Anak akan belajar bertanggung jawab karena peraturan yang telah disepakati bersama maka anak akan belajar untuk bertanggung jawab karena peraturan tersebut bukan bersifat paksaan melainkan kesepakatan bersama.

2. Memudahkan ofrang tua dalam mendisiplinkan anak. Peraturan dapat membatu orang tua dalam meminimalisir “kekerasan” seperti membentak yang dimaksudkan agar lebih sebagai bentuk ketegasan.

3.  Anak mengerti arti sebuah konsekuensi atau sebab akibat. Konskuensi dapat membuat anak belajar memahami akibat dari perbuatan atau kepurtusan yang akan dia pilih. Konskuensi tidak selalu berupa sebuah hukuman tetapi bisa juga betrupa konsekuensi baik, seperti pujian atau hadiah.

             Penerapan dalam peraturan sangat diperlukan konsistensi dari orang tua dan anggota keluarga yang lainnya, diperlukan kerjasama semua anggota keluarga, seperti pengasuh, kakek, nenek dan saudara. Peraturan harus tetap dilakukan ketika ada atau tidak adanya orang tua, yang akan menjadi lebih efektif. Karena bila tidak adanya konsistensi maka yang ditakutkan anak akan meremehkan sebuah aturan, dan menjadi merasa itu bukan hal yang harus aku lakukan.

Oleh : Putri Adityastari

Oleh : Kemsos

Berita Terpopuler

Pengembangan Kapasitas Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial

25/3/2013 14

Oleh : Early FebrianaSebagai bagian dari  upaya meningkatkan etos kerja, dedikasi dan kualitas Sumber Daya Manusia penyuluhan sosial, Pusat Penyuluhan Sosial  mengadakan kegiatan Pengembangan Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial di Rumah Jambu Luwuk, Bogor. Sebanyak 53 orang yang terdiri dari pegawai di lingkungan Pusat Penyuluhan Sosial dan tenaga penyuluh sosial fungsional yang ada d...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia

20/5/2014 11

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia “Persepsi Yang Keliru Tentang Karang Taruna” Oleh : Ferdiyan Pratama, S.ST Pernah mengamati fonemen seperti ini. Setiap menjelang peringatan 17 Agustus, pemuda-pemudi di suatu desa atau kelurahan pasti menyibukan diri dalam kegiatan-kegiatan menyambut hari proklamasi Indonesia. Semua unsur pemuda-pemudi menjadi pelopor m...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Mengaktifkan Karang Taruna yang Mati Suri

3/7/2014 09:

Setiap desa/kelurahan hampir pasti memiliki organisasi kepemudaan karang taruna. Wadah yang menggalang inspirasi pemuda ini merupakan arena  pemuda-pemuda untuk berkreasi menjadi motor penggerak masyarakat. Perlu kita sadari bahwa setiap desa/kelurahan memiliki Pemuda-pemuda yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan dirinya sendiri dan masyarakat. Banyak pemuda-pemuda yang memiliki po...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Link Lainnya