PUSPENSOS

Pusat Penyuluhan Sosial

Kementerian Sosial Republik Indonesia

BERITA & PENGUMUMAN

Mengenalkan Budaya Demokrasi pada Anak

09/17/2019  17

Saat ini Bangsa kita sedang dalam proses belajar untuk menjunjung tinggi budaya demokrasi. Budaya demokrasi merupakan tingkah laku dan pola pikir masyarakat yang berhubungan dengan kebebasan berpendapat, mengambil keputusan, persamaan hak yang didapatkan oleh masyarakat, dengan tetap mengedepankan menghargai kebebasan orang lain.

Ketika budaya demokrasi belum dapat di terapakan maka akan bisa menyebakan adanya perpecahan, kurang harmonis, tidak rukun  dan bisa timbul rasa tertekan dari salah satu pihak, budaya demokrasi yang belum diterapkan juga dapat berdampak bagi anak  seperti bisa menjadikan anak sebagai pribadi yang sombong, kurang berempati dan menghargai orang lain. .

Agar demokrasi berjalan baik dalam suatu negara, maka perlu penerapan budaya demokrasi semenjak usia dini. Keluarga adalah tempat pertamakali seseorang belajar, karena dari keluarga inilah yang  umumnya menjadi tahap awal yang akan membantuk nilai-nilai dan karakter pribadi pada anak.  Contoh penerapan budaya demokrasi pada anak adalah:

1.    Ketika anak sedang menyampaikan sebuah pendapat atau perasaan maka orang tua dapat memberikan perhatian dengan memandang anak.

2.    Usahakan juga selalu mendengarkan dengan kontak mata serta ekspresi yang sesuai tanpa memperlihatkan kesan kurang setuju atau buruk.

3.    Mengajarkan anak untukjuga menghargai pendapat orang lain, tanpa memaksakan kehendak.

4.    Hindari kesan memerintah pada anak, biasakan dengan menggunakan kata “tolong”.

5.    Libatkan anak dalam pengambilan keputusan pada hal-hal sederhana seperti pemilihan menu makanan, memilih program tv, memilih baju atau memilih tempat rekreasi.

6.    Mengajarkan anak untuk tidak mengejek kekurangan atau perbedaan yang dimiliki orang lain.

7.    Membiasakan anak untuk taat aturan, seperti tidak terlambat kesekolah, menggunakan seragam sekolah yang sesuai.

Dengan menerapkan budaya demokrasi pada anak maka kita akan memperkecil kemungkinan hal buruk yang menjadi akibat dari tidak adanya budaya demokrasi dimasa depan. Anak kita nantinya akan menjadi penerus dari bangsa indonesia, yang juga akan merasakan atau mengalami demokrasi di lingkungan masyarakat. Kita sebagai orang tua alangkah baiknya jika dapat membekali anak dengan hal yang baik.

Oleh : Putri Adityastari

Oleh : Kemsos

Berita Terpopuler

Pengembangan Kapasitas Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial

25/3/2013 14

Oleh : Early FebrianaSebagai bagian dari  upaya meningkatkan etos kerja, dedikasi dan kualitas Sumber Daya Manusia penyuluhan sosial, Pusat Penyuluhan Sosial  mengadakan kegiatan Pengembangan Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial di Rumah Jambu Luwuk, Bogor. Sebanyak 53 orang yang terdiri dari pegawai di lingkungan Pusat Penyuluhan Sosial dan tenaga penyuluh sosial fungsional yang ada d...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia

20/5/2014 11

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia “Persepsi Yang Keliru Tentang Karang Taruna” Oleh : Ferdiyan Pratama, S.ST Pernah mengamati fonemen seperti ini. Setiap menjelang peringatan 17 Agustus, pemuda-pemudi di suatu desa atau kelurahan pasti menyibukan diri dalam kegiatan-kegiatan menyambut hari proklamasi Indonesia. Semua unsur pemuda-pemudi menjadi pelopor m...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Mengaktifkan Karang Taruna yang Mati Suri

3/7/2014 09:

Setiap desa/kelurahan hampir pasti memiliki organisasi kepemudaan karang taruna. Wadah yang menggalang inspirasi pemuda ini merupakan arena  pemuda-pemuda untuk berkreasi menjadi motor penggerak masyarakat. Perlu kita sadari bahwa setiap desa/kelurahan memiliki Pemuda-pemuda yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan dirinya sendiri dan masyarakat. Banyak pemuda-pemuda yang memiliki po...

Oleh : Kemsos

Lihat Selengkapnya

Link Lainnya