PUSPENSOS

Pusat Penyuluhan Sosial

Kementerian Sosial Republik Indonesia

 

News & Announcements

Membangun Ketrampilan Sosial Anak Sejak Bayi

03/08/2019

Bayi ketika lahir merasakan sensasi perubahan dari situasi gelap, menuju ke dunia yang penuh dengan cahaya, suara, gerakan, sentuhan, rasa dan bau. Pengalaman panca indera tersebut dapat membuat bayi senang dan sekaligus menstimulasi bayi, namun di sisi lain bayi juga perlu belajar agar tidak kewalahan dalam menyerap semua sensasi baru itu. Bayi secara bertahap akan menemukan hal-hal yang menjadi fokus perhatiannya dan juga apa yang dapat digunakan untuk membuat diri mereka tenang. Perlahan-lahan bayi akan belajar untuk menyeimbangkan antara kesadaran mereka akan sensasi yang ada di dunia dengan kemampuan untuk tetap tenang. Hal ini merupakan  ketrampilan yang paling mendasar dan penting bagi perkembangan sosial emosi anak, yaitu bagaimana anak tetap dapat  mengendalikan diri saat menghadapi situasi sosial yang tidak nyaman atau tidak menyenangkan

Peran orang tua sangatlah penting, salah satunya dengan membantu bayi menenangkan dirinya. Pendekatan yang diperlukan kepada bayi yang satu belum tentu sama dengan bayi yang lain. Orang tua perlu mencermati, karakteristik sensoris yang dimiliki oleh bayinya, beberapa diantaranya sebagai berikut:

       Apa yang dilihat, suara, sentuhan, serta gerakan seperti apa yang membuat bayi senang?

       Sensasi panca indera apa yang membuat bayi tenang dan memperhatikan?

       Apakah bayi menyukai sentuhan yang kuat atau lembut?

       Apakah bayi menyukai suara pelan atau keras?nada rendah atau tinggi?irama pelan atau cepat?

       Apakah bayi menyukai ekspresi wajah orang tua yang penuh semangat dan ekspresif, atau justru ekspresi yang tenang?

Apabila orang tua mampu memahami karakteristik itu dengan tepat, bayi akan merasa senang, nyaman, dan tenang. Bayi yang tenang akan menjadi lebih mampu memperhatikan apa yang ada di sekelilingnya, apa yang ada di dunianya.  Seiring dengan minat terhadap dunia yang telah muncul, pada diri bayi kemudian muncul rasa cinta terhadap interaksi dengan sesama manusia. Rasa cinta dan rasa percaya, terutama pada orang tua atau pengasuh utamanya. Bayi merasakan bahwa kehangatan dan cinta adalah hal yang nyata, dan bahwa menjalin hubungan dengan manusia adalah hal yang menyenangkan. Lakukan interaksi langsung dengan bayi  sesering mungkin, hindari mengandalkan mainan saja, apalagi menggunakan gadget.

Kemampuan untuk menjalin hubungan yang kuat dengan orang tua, terutama pada tahun awal kehidupannya, menjadi dasar yang penting bagi terbentuknya kemampuan bayi untuk nantinya menjalin interaksi dengan lingkungan yang lebih luas. Apabila tahapan ini tidak berhasil diperoleh, maka akan muncul resiko anak menjadi kurang dapat beradaptasi dan bersosialisasi, kurang dapat mengendalikan emosinya, mudah curiga atau cemas, serta muncul perilaku negatif yang bersifat defensif (mempertahankan diri) sebagai efek ketidakpercayaan dan perasaan tidak nyaman yang dirasakan.

Oleh : Intan Kusumawardani

By : Kemsos

Popular News

Pengembangan Kapasitas Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial

25/3/2013 14

Oleh : Early FebrianaSebagai bagian dari  upaya meningkatkan etos kerja, dedikasi dan kualitas Sumber Daya Manusia penyuluhan sosial, Pusat Penyuluhan Sosial  mengadakan kegiatan Pengembangan Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial di Rumah Jambu Luwuk, Bogor. Sebanyak 53 orang yang terdiri dari pegawai di lingkungan Pusat Penyuluhan Sosial dan tenaga penyuluh sosial fungsional yang ada d...

By : Kemsos

Read More

Mengaktifkan Karang Taruna yang Mati Suri

3/7/2014 09:

Setiap desa/kelurahan hampir pasti memiliki organisasi kepemudaan karang taruna. Wadah yang menggalang inspirasi pemuda ini merupakan arena  pemuda-pemuda untuk berkreasi menjadi motor penggerak masyarakat. Perlu kita sadari bahwa setiap desa/kelurahan memiliki Pemuda-pemuda yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan dirinya sendiri dan masyarakat. Banyak pemuda-pemuda yang memiliki po...

By : Kemsos

Read More

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia

20/5/2014 11

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia “Persepsi Yang Keliru Tentang Karang Taruna” Oleh : Ferdiyan Pratama, S.ST Pernah mengamati fonemen seperti ini. Setiap menjelang peringatan 17 Agustus, pemuda-pemudi di suatu desa atau kelurahan pasti menyibukan diri dalam kegiatan-kegiatan menyambut hari proklamasi Indonesia. Semua unsur pemuda-pemudi menjadi pelopor m...

By : Kemsos

Read More

Link Lainnya