PUSPENSOS

Pusat Penyuluhan Sosial

Kementerian Sosial Republik Indonesia

 

News & Announcements

Pemutakhiran Basis Data Terpadu (BDT) Dan Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT)

03/13/19

Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin (Data Terpadu PPFM) untuk Program Perlindungan Sosial adalah sistem data elektronik yang memuat informasi sosial, ekonomi, dan demografi dari sekitar 92 juta individu dengan status kesejahteraan terendah di Indonesia.

Sumber utama Data Terpadu PPFM adalah hasil kegiatan Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015. Data Terpadu PPFM digunakan untuk memperbaiki kualitas penetapan sasaran program-program perlindungan sosial. Data Terpadu PPFM membantu perencanaan program, memperbaiki penggunaan anggaran, dan sumber daya program perlindungan sosial. Dengan menggunakan data dari Data Terpadu PPFM, jumlah dan sasaran penerima manfaat program dapat dianalisa sejak awal perencanaan program. Hal ini akan membantu mengurangi kesalahan dalam penetapan sasaran program perlindungan sosial.

Kementerian, Pemerintah Daerah, dan Lembaga lain yang menjalankan program penanggulangan kemiskinan dan perlindungan sosial dapat menggunakan data dari Data Terpadu PPFM dengan memperolehnya melalui Pokja Pengelola Data Terpadu PPFM tanpa dipungut biaya. Perlindungan sosial merupakan bagian dari visi, misi dan program dari pemerintah yang dikenal dengan ”Nawa Cita”, yang berarti 9 agenda perubahan. Salah satunya adalah mengenai peningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui program perlindungan sosial. Berbagai program yang dimaksud adalah Program Simpanan Keluarga Sejahtera, Program Indonesia Pintar, Program Indonesia Sehat, Beras untuk Rakyat Miskin (Raskin) yang sekarang berubah nama Beras Pra Sejahtera (Rastra), Program Keluarga Harapan (PKH) dan lain- lain.

Dalam melaksanakan program tersebut dibutuhkan data dan informasi mengenai sasaran dalam bentuk  Basis Data Terpadu (BDT). Pemerintah menugaskan BPS untuk mengumpulkan dan mengolah data rumah tangga/keluarga sasaran melalui kegiatan Pemutakhiran Basis Data Tepadu (PBDT) 2015. BPS telah melakukan kegiatan serupa pada Pendataan Sosial Ekonomi 2005 (PSE05), Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2008, dan PPLS 2011. 

Metodologi PBDT 2015 berbeda dengan dengan kegiatan sebelumnya (PPLS 2011). Kegiatan PBDT 2015 dibagi menjadi dua tahap, pertama menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) tingkat desa yang melibatkan ketua komunitas atau Satuan Lingkungan Setempat (SLS) satu tingkat di bawahnya. Tahap kedua adalah pendataan rumah tangga yang merujuk pada hasil tahap pertama.

 SLRT (Sistem Layanan Rujukan Terpadu) yang telah dilaksanakan oleh Kabupaten Banyuasin. SLRT merupakan sistem yang membantu untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat miskin dan rentan miskin, kemudian menghubungkan mereka dengan layanan dan program yang dikelola oleh pemerintah (pusat, provinsi, kabupaten/kota) dan non pemerintah sesuai dengan kebutuhan mereka. SLRT juga membantu mengidentifikasi keluhan masyarakat miskin dan rentan miskin melakukan rujukan dan memantau penanganan keluhan untuk memastikan bahwa keluhan-keluhan tersebut ditangani dengan baik.

Kegiatan –kegiatan yang dilaksanakan dalam Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT)  adalah sebagai berikut :

  1. Verivali dan validasi data BDT;
  2. Pengusulan penambahan data RTM (Rumah Tangga Miskin);
  3. Penjangkauan pada rumah tangga miskin;
  4. Membantu rujukan;
  5. Penanganan lansia;
  6. Penanganan pasien gangguan jiwa;
  7. Pengusulan RS-RTLH;
  8. Pengusulan KUBE

Sedangkan salah satu upaya yang dilaksanakan dalam Sistem Layanan Rujukan Terpadu  (SLRT) ini adalah :

  1. Usulan pembentukan 1 desa 1 Puskessos;
  2. MOU dengan Baznas terkait penanganan kemiskinan;
  3. Rapat koordinasi dengan OPD terkait dalam penanganan kemiskinan;
  4. Memaksimalkan pelayanan di Sekretariat SLRT;
  5. Verivali data BDT secara konsisten oleh Pelaksana SLRT ;
  6. Penambahan petugas fasilitator, supervisor melalui APBD induk 2019;
  7. Mengawal sistem penganggaran SLRT yang bersumber dari dana APBN, APBD, Provinsi, APBD Kabupaten, dan Baznas.

Tantangan yang dihadapi dalam Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) ini antaralain :

  1. Sinkronisasi data BDT SLRT dengan SIKS-NG;
  2. Dukungan anggaran SLRT melalui APBD;
  3. Regulasi tentang SOP SLRT, misalnya jangka waktu terbit KIS APBN dan KIP;
  4. Puskessos seharusnya dikawal mulai dari Permendes tentang DD dan APBD;
  5. Rutilahu yang penanganannya tidak bisa segera;
  6. Kode rekening program kegiatan SLRT;
  7. Pemahaman desa tentang program-program sosial masih kurang;
  8. Tablet dan server yang rusak.

Pentingnya kerjasama adlam penyediaan data yang akurat adalah dari data yang akurat akan lahir kebijakan yang efektif, kebijakan yang betul-betul-benar, tidak meleset karena memang datanya betul-betul akurat dan detil, sesuai dengan perkataan Presiden Joko Widodo dalam Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Sensus Ekonomi 2016.

    

 

         By : Dea Natalia,S.Pd (Penyuluh Sosial Kab. Muratara)

By : Kemsos

Popular News

Pengembangan Kapasitas Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial

25/3/2013 14

Oleh : Early FebrianaSebagai bagian dari  upaya meningkatkan etos kerja, dedikasi dan kualitas Sumber Daya Manusia penyuluhan sosial, Pusat Penyuluhan Sosial  mengadakan kegiatan Pengembangan Tenaga Penyelenggara Penyuluhan Sosial di Rumah Jambu Luwuk, Bogor. Sebanyak 53 orang yang terdiri dari pegawai di lingkungan Pusat Penyuluhan Sosial dan tenaga penyuluh sosial fungsional yang ada d...

By : Kemsos

Read More

Mengaktifkan Karang Taruna yang Mati Suri

3/7/2014 09:

Setiap desa/kelurahan hampir pasti memiliki organisasi kepemudaan karang taruna. Wadah yang menggalang inspirasi pemuda ini merupakan arena  pemuda-pemuda untuk berkreasi menjadi motor penggerak masyarakat. Perlu kita sadari bahwa setiap desa/kelurahan memiliki Pemuda-pemuda yang memiliki potensi besar untuk mengembangkan dirinya sendiri dan masyarakat. Banyak pemuda-pemuda yang memiliki po...

By : Kemsos

Read More

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia

20/5/2014 11

Bangkitkan Semangat Anggota Karang Taruna Indonesia “Persepsi Yang Keliru Tentang Karang Taruna” Oleh : Ferdiyan Pratama, S.ST Pernah mengamati fonemen seperti ini. Setiap menjelang peringatan 17 Agustus, pemuda-pemudi di suatu desa atau kelurahan pasti menyibukan diri dalam kegiatan-kegiatan menyambut hari proklamasi Indonesia. Semua unsur pemuda-pemudi menjadi pelopor m...

By : Kemsos

Read More

Link Lainnya