|    puspensos@kemsos.go.id

Peran Pendamping dalam Penguatan Keluarga yang merawat Lansia Dengan Dimensia

Ditulis oleh : Syamsuddin

Demensia atau secara awan disebut “pikun” pada lansia merupakan suatu sindrom yang ditandai dengan terganggunya fungsi intelektual atau fungsi berpikir dengan gejala seperti mudah lupa, mengalami, hambatan komunikasi, menurunnya kemampuan menganalisa dan mengambil keputusan. Gangguan tersebut akan berlangsung kronik dan progresif. Karena itu lansia yang mengalami dimensia baik dalam taraf ringan, sedang apalagi berat tentu membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar terutama keluarga.

Keluarga memegang peranan penting dalam mengurus atau merawat lansia yang mengalami dimensia. Jika keluarga berperan optimal maka kualitas hidup lansia dimensia dapat dipertahankan, termasuk mempertahankan kemandiriannya dan mengontrol hidupnya..

Mengingat pentingnya peran keluarga atau wali (keluarga pengganti) maka keluarga perlu mendapatkan penguatan melalui pemberian informasi dan edukasi agar mereka memiliki cukup pengetahuan dan keterampilan untuk merawat dan memberikan dukungan kepada lansia dengan dimensia.

Pendamping lansia dari Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS-LU) perlu mengambil peran dalam rangka mengedukasi keluarga terkait dimensia. Pendamping tentu harus terlebih dahulu dibekali pengetahuan terkait dimensia agar mereka juga dapat mentransformasikannya kepada keluarga.

Pendamping memiliki peran strategis dalam melakukan transformasi tersebut karena mereka adalah pihak yang berada diujung tombak penanganan lansia di lapangan. Walaupun persoalannya tidak semua pendamping LKS-LU berlatar belakang pendidikan yang relevan dengan ilmu kelanjutusiaan (Gerontologi). Namun, sebagai pihak yang berkecimpung dengan masalah lansia tentu sedikit banyak mereka telah mendapatkan informasi terkait kelanjutusiaan baik melalui buku, internet, pelatihan, bimtek, bintap dan lain-lain. Walaupun tentu saja mereka tetap perlu mendapatkan penguatan melalui pelatihan khusus terkait pengasuhan dan perawatan tentang lansia dengan dimensia agar mereka juga dapat melaksanakan peran sebagai educator.

Terkait dengan dimensia sebuah artikel yang ditulis oleh Vera Rakhmawati Nugraheni (2013) membahas tentang dukungan keluarga terhadap lansia yang mengalami dimensia. Artikel ini dapat menjadi rujukan pada pendamping untuk memberikan edukasi kepada keluarga agar mereka dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan.

Dalam artikel tersebut Vera Rakhmawati Nugraheni membagi dukungan keluarga pada lansia dengan dimensia, masing-masing: dukungan emosional, dukungan dukungan penghargaan, dukungan instrumental dan dukungan Informasi dapat disingkat menjadi DEPII ( Dukungan Emosional, Penghargaan, Instrumental dan Informasi).

Dukungan emosional

1.   Saat berbicara dengan lansia, keluarga harus menunjukkan ekspresi yang menyenangkan, dengan posisi berhadapan. Terdapat kontak mata dan berbicara dengan bahasa yang sopan serta tidak membentak.

2.   Saat berbicara sebaiknya ada sentuhan yang memberikan rasa nyaman pada lansia.

3.   Menggunakan kalimat yang mudah dipahami oleh lansia yakni bahasa yang sederhana, singkat dan jelas serta tidak bertele-tele.

4.   Senantiasa menyediakan waktu bagi lansia untuk berbagi cerita atau berdiskusi serta memberikan kesempatan kepada lansia untuk tetap bersosialisasi dan melakukan aktivitas sehari hari.

5.   Jika lansia melakukan kesalahan, anggota keluarga harus bisa mengontrol emosi, tetap tenang, tidak menyalahkan serta tidak mendebat lansia.

Dukungan Penghargaan :

1.     Tidak memandang lansia sebagai beban keluarga.

2.     Membebaskan lansia untuk memanfaatkan uangnya sendiri

3.     Memberikan bantuan pada lansia untuk pemenuhan kebutuhan sehari hari

4.     Memberikan keleluasaan pada lansia untuk melakukan hobi atau kesukaannya sepanjang tidak membahayakan dan tetap dalam pengawasan anggota keluarga.

5.     Merespon lansia secara layak agar mereka merasa tetap dibutuhkan.

6.     Melibatkan lansia dalam pengambilan keputusan.

7.     Melibatkan lansia dalam acara keluarga

8.     Sering memberikan pujian atau semangat jika lansia melakukan satu kegiatan positif.

Dukungan Instrumental

1.     Menyediakan biaya untuk kebutuhan lansia seperti berobat jika sakit.

2.     Mendampingi lansia mendapatkan layanan kesehatan.

3.     Menyiapkan makan dan minuman dengan jadwal secara teratur untuk menjamin pemenuhan nutrisinya.

4.     Menjaga lantai dan kamar mandi agar tetap kering atau tidak licin.

5.     Menyediakan kamar khusus buat lansia.

6.     Menyiapkan penanda waktu seperti jam dan kalender dalam ukuran besar

 

Dukungan Informasi

1.     Mengingatkan lansia untuk makan, mandi, beribadah secara teratur serta melakukan jadwal rutinitas.

2.     Mengingatkan lansia agar senantiasa mengembalikan benda pada tempatnya semula.

3.     Tidak membiarkan lansia bepergian seorang diri apalagi tanpa dilengkapi dengan tanda pengenal.

4.     Jika memberikan penjelasan atau informasi agar diulang beberapa kali.

 


Bagikan :