Rezeki Para Penjual Jajanan Sekolah yang Terpaksa Berhenti Akibat Pandemi Covid-19

Rezeki Para Penjual Jajanan Sekolah yang Terpaksa Berhenti Akibat Pandemi Covid-19

Penyebaran virus Corona atau Covid-19 yang kian massif terjadi di Indonesia tidak hanya membawa dampak buruk bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga membuat bisnis para pelaku UMKM dan pekerja harian informal merana karena sebagian besar dari mereka menggantungkan kehidupannya dari pendapatan harian. Apabila mereka tidak bekerja, maka tidak ada penghasilan yang bisa didapatkan untuk menyambung hidup. Demikian pula halnya dengan penjual jajanan di sekolah.

Diliburkannya sekolah terkait mewabahnya virus Covid-19, membuat sebagian orang kehilangan langsung mata pencahariannya. Seperti mereka yang berjualan jajanan sekolah, baik yang di sekitaran lingkungan sekolah maupun di kantin sekolah. Terlebih lagi diperpanjangnya kebijakan siswa untuk belajar di rumah. Keputusan awal diumumkan pada pertengahan Bulan Maret yang lalu, yang sangat mengejutkan semua pihak dan masih berlanjut hingga saat ini. Semua harus mematuhi aturan untuk #stayathome demi keselamatan bersama.

Anak sekolah ibarat telah menjadi “nyawa” bagi beberapa orang yang menopang perekonomian keluarganya dari berjualan jajanan makanan di sekolah. Sebab, anak sekolah lah yang membuat dapur para penjual jajanan tersebut bisa mengebul. Sebelum pandemi Covid-19 ini terjadi, keseharian mereka dihabiskan dengan berjualan jajanan, baik di lingkungan sekolah maupun di kantin sekolah. Namun, sejak pandemi Covid-19 hadir di tengah kehidupan kita, nyala api dapur para penjual jajanan sekolah ini pun turut meredup bahkan padam.

Bagaimana tidak, Pemerintah telah mengumumkan agar sekolah diliburkan dan proses belajar mengajar dari rumah saja. Otomatis hal ini membuat para penjual jajanan makanan di sekolah tidak dapat berjualan seperti biasanya. Dengan diliburkannya sekolah, membuat para penjual jajanan di sekolah tidak mempunyai penghasilan. Hal ini tentunya berdampak bagi kelangsungan hidup mereka untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Di sisi lain, mereka pun butuh makan untuk bertahan hidup.

Kondisi saat ini benar-benar membuat para penjual jajanan di sekolah terpukul. Mereka harus memutar otak agar dapat memperoleh pendapatan dari sumber yang lainnya. Hal ini semata-mata dilakukan untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Ada yang mencoba berjualan makanan secara online dan ada juga yang nekat untuk mencoba peruntungan menjajahkan makanan di pasar. Semua ini dilakukan agar tetap ada pemasukan dan supaya perekonomian keluarga mereka tidak benar-benar lumpuh.

Oleh : Hanni Susanty, S.Pd

Penyuluh Sosial Pertama Dinas Sosial Provinsi Bengkulu


Bagikan :