Tantangan Orang Tua "Zaman Now" dalan Menjauhkan Anak dari Narkoba

Tantangan Orang Tua "Zaman Now" dalan Menjauhkan Anak dari Narkoba

Ditulis oleh : Catur


Sering kali kita mendengar, banyak yang bilang “menjadi orang tua zaman sekarang atau zaman now itu lebih sulit”. Hal ini dikarenakan orang tua “zaman now” harus menghadapi lebih banyak tantangan dan tekanan dibanding orang tua zaman dulu khususnya untuk urusan teknologi.

Saat ini kemajuan teknologi menjadi peluang sekaligus ancaman bagi orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Sebagian orang tua cenderung lebih melek akan informasi seputar pola asuh, akan tetapi di sisi lain informasi ini terkadang membuat mereka menjadi lebih mudah cemas dalam mengambil keputusan. Selanjutnya untuk anak-anak mereka pun sejak kecil juga sudah mengenal gadget canggih yang mana secara langsung ataupun tidak berpengaruh pada perkembangan perilaku dan kepribadiannya.

Dampak  negatif teknologi canggih yang menerpa anak kerap tak disadari oleh orang tua. Salah satu diantaranya yang paling mengkhawatirkan adalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Perlu diketahui, peredaran narkoba akhir-akhir ini memang marak melalui media sosial. Modusnya pun sederhana yakni calon pembeli tinggal pilih jenis dan jumlah narkoba yang  diinginkan melalui media sosial, transfer uang secara elektronik/ bisa juga diantar ditempat yang telah disepakati selanjutnya barang dapat diambil atau diterima melalui kurir.

Saat ini para penjahat narkoba cenderung berusaha memperluas pangsa pasar dengan menjaring konsumen dari kalangan anak-anak dan remaja. Alasan mereka yaitu anak-anak dan remaja lebih mudah untuk dikelabuhi karena pemahaman mereka tentang bahaya narkoba masih minim. Tak hanya itu saja pecandu belia juga dapat menjadi konsumen dalam tempo yang lebih  lama.

Dengan adanya perubahan paradigma inilah tentunya membuat orang tua “zaman now” membutuhkan pengetahuan dan keterampilan ekstra dalam menghadapi anak mereka yang termasuk dalam kategori  generasi milenial maupun post milenial . Jika tidak disertai dengan ilmu parenting yang cukup dan kerja sama antara orang tua dan anak tentunya hal ini akan menyulitkan orang tua dalam mengantarkan anak menuju kesuksesan.

Berikut ini tips yang dapat dilakukan oleh para orang tua untuk menjauhkan anak dari Narkoba.

1.   Up to date dengan perkembangan teknologi dan media sosial masa kini

Sebagai orang tua yang mendidik generasi milenial/ post milenial, orang tua perlu menguasai teknologi agar tetap bisa memantau perkembangan anak. Di samping itu juga dapat memilah dan memilih dampak positif dan negatif dari penggunaannya.

 

2.   Berusaha mengenalkan serunya bersosialisasi di dunia nyata

Dalam hal ini orang tua diharapkan dapat bersama-sama dengan anak menyeimbangkan antara waktu yang dihabiskan dengan teknologi dan lingkungan sekitar. Libatkan diri Anda dalam kegiatan-kegiatan anak. Ajaklah anak anda bermain sambil menyelipkan nilai-nilai, pembelajaran yang ingin dituju misalnya mengenai bahaya narkoba, jelaskan efeknya bagi tubuh, psikologis, maupun masa depan.

Namun yang perlu diingat, jangan sampai Anda membuat anak salah persepsi.  Anda perlu memahami content yang akan disampaikan, bila perlu tingkatkan terlebih dahulu pemahaman Anda tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba dengan cara bertanya pada Google/ sejenisnya, membaca buku, atau berkonsultasi dengan lembaga/ orang yang paham akan hal ini. Alternatif lain, ajaklah anak untuk belajar sekaligus wisata bersama dengan mengunjungi Pusat Informasi Edukasi (PIE) Napza. Disini Anda bersama buah hati akan mendapatkan pemahaman tentang Bahaya penyalahgunaan Narkotika Psikotropika dan Zat adiktif lainnya secara lebih jelas karena didukung dengan visualisasi yang menarik.

3.   Mengedepankan pola komunikasi dua arah (bicaralah pada anak bukan bicara pada anak)

Adanya keterbukaan dan hubungan yang lebih bersifat friendly antara anak dan orang tua akan memudahkan orang tua untuk dapat berkomunikasi, memfasilitasi kemampuan berpikir kritis anak, atau berdiskusi secara terbuka. Diskusikan dengan buah hati Anda, cara mengambil keputusan yang bertanggung jawab tanpa terpengaruh perilaku dari teman sebaya. Jangan lupa berikan pujian atas prestasi yang ditampilkan  guna meningkatkan harga dirinya.

4.   Bersikap konsisten

Jika terdapat perbedaan cara pengasuhan antara orang tua dan pengganti, maka bicarakan di belakang. Orang tua perlu menjelaskan kepada anak mengapa suatu perilaku boleh atau tidak boleh dilakukan, tetapi penjelasan dan cara penyampaiannya perlu disesuaikan dengan usia anak. Orang tua harus menyadari bahwa ada aturan yang harus ditegakkan, dengan demikian anak bertanggung jawab terhadap perilakunya. Tak hanya itu saja orang tua juga perlu berperan menjadi model bagi perilaku anak. Sebagai contoh : Hindari menggunakan gadget berlebihan, terapka pola hidup sehat, kembangkan tradisi yang baik dan nilai-nilai luhur keagamaan.

5.   Selalu ada untuk anak terutama pada saat anak dalam kondisi down.

Saat anak mengalami “down”/ kegagalan berikanlah  “ruang” untuk hal itu. Daripada Anda sebagai orang tua menunjukkan sikap panik, marah, dan mengkritik, lebih  baik diskusikan dengan mereka cara untuk memperbaikinya. Selain itu berikan dukungan dan bantu mereka untuk mempelajari dan menguasai hal/ keterampilan baru. Hargai prosesnya, jangan hanya terfokus pada hasilnya saja.

6.   Tunjukkan kasih sayang

Ingat ya sebagai orang tua, kita tidak selalu bisa mengawasi anak selama 24 jam. Oleh karena itu berikanlah mereka kepercayaaan dan sampaikan mengenai arti pentingnya menjaga kepercayaan itu sendiri. Biarkan mereka aktif dalam kegiatan positif, seperti olahraga, seni, dan kegiatan lain yang mereka sukai. Sirami mereka dengan kasih sayang dan kebaikan setiap harinya. Pastikan anak Anda dapat merasakan kasih sayang yang Anda berikan tanpa terkecuali, apapun pilihan dan perilaku mereka. Hal ini akan menjadikan pegangan yang kuat bagi mereka untuk tidak terjerumus dalam hal yang menyesatkan seperti narkoba.

 


Bagikan :